Impor Melonjak, Ekonomi RI Siap-siap Ngegas Pak Jokowi?

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
17 January 2022 16:55
Pekerja melakukan pendataan bongkar muat kontainer peti kemas di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemulihan ekonomi global dari pandemi Covid - 19 dinilai lebih cepat dari yang diekspektasi banyak pihak. Sehingga produksi dan perdagangan melonjak signifikan yang membuat ketidakseimbangan pasar, yang berimbas pada kekurangan bahan baku dan kelangkaan kontainer.. (CNBC Indonesia/ Muhammad Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai impor Indonesia per Desember 2021 mencapai US$ 21,3 miliar atau naik 47,9% (secara year on year/ Yoy), atau naik 10,51% dibanding bulan sebelumnya. Dimana impor terbesar itu berasal dari mesin, peralatan mekanis, dan bagiannya.

"Impor Desember 2021 kebanyakan untuk pemenuhan bahan baku penolong paling besar nilainya diikuti barang modal dan barang konsumsi. Ini menunjukan sektor ekonomi domestic membaik dan daya beli semakin bagus," kata Ketua Badan Pusat Statistik Margo Yuono, dalam Konferensi Pers, Senin (17/1/2022).


Dari paparannya, bahan baku penolong memiliki porsi 75,12%, barang modal 14%, sementara barang konsumsi berada di peringkat ketiga dengan 10,2%.

Berikut peningkatan impor jika di rinci berdasarkan HS dua digit :

1. Mesin/peralatan mekanis dan bagiannya US$ 401,5 juta

2. Produk farmasi US$ 288 juta

3. Bahan bakar mineral US$ 186 juta

4. Besi dan baja US$ 137,3 juta

5. Pupuk US$ 118 juta

Sementara penurunan Impor terbesar berdasarkan HS dua digit :

1. Serealia - US$ 135,2 juta

2. Kapal, perahu, dan struktur terapung - US$ 84 juta

3. Bijih logam, terak dan abu US$ - 75 juta

4. Perabotan, lampu, dan penerangan - US$ 38 juta

5. Kendaraan udara dan bagiannya - US$ 30,3 juta.

Margo juga menjelaskan penambahan barang impor disumbang dari China sebesar US$ 456 juta. Diikuti oleh Australia (US$ 300 juta), Amerika Serikat (US$ 231 juta), Spanyol (US$ 130 juta), dan Singapura (US$ 125 juta).

"Komoditas dari China itu antara lain HS 84 yaitu mesin peralatan mekanis dan bagian, lalu HS 85 mesin perlengkapan elektrik, dan pupuk HS 31 itu ketergantungan kita dengan China di Desember 2021," jelas Margo.

Di lain sisi ketergantungan Impor RI dengan Jepang mengalami penurunan paling tinggi sebesar US$ 136 juta. Komoditas di dalamnya adalah HS 87 kendaraan dan bagiannya, HS 89 kapal dan struktur terapung, terakhir kendaraan bermotor dan komponen HS 98.

Pangsa pasar impor terbesar masih berasal dari China sebesar 34%, disusul Jepang 7,45% , dan Amerika Serikat 5,25%. Sementara pangsa dari kumpulan negara Asean mencapai 16,37% dan Uni Eropa 7,35% atau setara US$ 1,32 miliar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Neraca Dagang RI: Untung dari AS Tapi Keok atas Thailand


(emy/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading