Tenang! Data Ini Membuktikan Omicron Memang Tak Berbahaya

News - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
16 January 2022 20:40
Zona merah di Kelurahan Kerukut, Tamansari, Jakarta, Senin (10/1/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus Covid-19 di Indonesia dan di seluruh dunia memang masih menguat di tengah kian merebaknya infeksi varian Omicron. Namun, data menunjukkan bahwa peningkatan kasus tak diikuti dengan peningkatan situasi keparahan.

Sampai dengan Minggu (16/1/2022), Indonesia mencatat 855 kasus baru Covid-19, atau turun dibandingkan dengan kasus baru per Sabtu yang mencapai 1.054 infeksi. Oleh karenanya, total konfirmasi pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 4.0271.649 kasus.

Jika mengacu pada data terbaru tersebut, kita akan melihat titik cerah di tengah kabar kenaikan infeksi di negara maju akibat penyebaran varian Omicron. Pasalnya, di tengah lonjakan kasus Covid-19, justru kasus berat dan mematikan tidak meningkat secara signifikan.


Data Worldometers menyebutkan kasus baru di Indonesia sebanyak 850 kasus memang meningkat jika dibandingkan dengan posisi akhir Desember yang hanya hitungan puluhan, atau 100-an.

Namun, jika horizon ditarik lebih jauh, maka terlihat bahwa penambahan kasus saat ini tidaklah separah seperti ketika terjadi gelombang kedua akibat virus varian Delta. Varian Covid-19 yang mudah menular dan mematikan itu memicu rekor kasus baru 56.757 sehari, pada 15 Juli 2021.

Covid-19Sumber: Worldometers

Di sisi lain, jumlah korban jiwa hanya tiga orang dengan tingkat kesembuhan melonjak 53%, dari 464 orang (Sabtu) menjadi 710 orang hari ini. Angka kematian-yang menjadi indikator keparahan penyebaran virus juga terus berkurang.

covidSumber: Worldometers

Tren ini tak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di dunia. Data Worldometers mencatat penderita Covid-19 di dunia bertambah 343.750 orang per Minggu ini, sehingga membentuk total kasus sebanyak 327 juta. Pada Sabtu, total kasus baru bertambah hingga 2,43 juta.

Jumlah kematian bertambah 1.397 dalam sehari ini, menjadi 5,55 juta korban jiwa akibat virus Corona di seluruh dunia. Jika dibandingkan dengan posisi kemarin yang mencapai 5.778 korban jiwa, angka kematian tersebut juga menunjukkan perbaikan.

Angka ini masih bergerak karena data per Minggu belum terkumpul semua dan baru paripurna pada pukul 01:00 GMT+1 atau pagi nanti pukul 08:00 WIB. Namun, jika melihat tren mingguan, kasus Covid-19 dunia cenderung bergerak menurun sekalipun kasus baru meningkat drastis.

Karakteristik Omicron yang mudah menular terkonfirmasi dari lonjakan temuan kasus baru yang per Sabtu kemarin mencapai 2,43 juta dalam sehari. Ini merupakan lonjakan sebesar 25,3% sepanjang tahun berjalan, dari posisi akhir tahun lalu (31/12//2021) sebanyak 1,94 juta sehari.

Di sisi lain karakteristik Omicron yang kurang mematikan terlihat dari angka kematian yang justru berkurang, dari 6.376 kematian per hari pada 31 Desember tahun lalu. menjadi 5.778 kematian pada Sabtu kemarin.

Jika hal ini terus bertahan, maka terbuka kemungkinan virus Covid-19 akan berakhir seperti virus flu biasa: mudah menular dan memicu pandemi, tapi juga mudah diatasi dan sirna dengan istirahat dan obat yang dijual bebas di pasaran.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Puncak Penyebaran Omicron Indonesia Diramal Awal Februari


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading