Internasional

Xi Jinping Teleponan dengan Jokowi, Bahas Kereta Cepat?

News - sef, CNBC Indonesia
14 January 2022 10:50
Pertemuan Jokowi dan Xi Jinping di G20 (Biro Pers Kesekretariat Presiden/Laily Rachev)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden China Xi Jinping disebut melakukan komunikasi via telepon dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Hal ini terungkap dalam situs resmi Kementerian Luar Negeri China, dikutip Jumat (14/1/2021).

Lalu apa yang dibahas?

Xi Jinping disebut membahas kerja sama kedua belah pihak. Termasuk proyek yang terkait pembiayaan China, Belt and Road Initiative (BRI).


"Kedua belah pihak harus mengintegrasikan kerja sama Belt and Road dengan pembinaan paradigma pembangunan baru China dan rencana pembangunan nasional jangka menengah dan panjang Indonesia, serta memajukan kerja sama secara terkoordinasi di era pascapandemi," kata situs Kemenlu China.

Di kesempatan yang sama, ia pun menyinggung soal Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung. Ia menekankan proyek tersebut akan dibangun dengan kualitas tinggi.

Jokowi disebut juga menyinggung soal kemajuan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung. Ia pun berharap kereta bisa mulai beroperasi sesuai jadwal.

Sementara itu, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung disebut kembali bermasalah. Awal pekan ini, proyek sepur cepat itu dikabarkan melewati kondisi tanah lempung yang sangat gembur sehingga gampang runtuh atau berpotensi menimbulkan pergerakan.

Hambatan ini terjadi pada lokasi pembangunan di terowongan (tunnel) 2, berada pada Desa Mekargalih, Jatiluhur, Purwakarta. Tunnel itu memiliki panjang 1.052 meter, saat ini progresnya sudah mencapai 67%, atau masih ada 350 meter lagi yang belum selesai.

PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) mendatangkan ahli dari China untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Menurut manajemen KCIC, tenaga ahli dibutuhkan untuk transfer ilmu pengetahuan dalam bidang konstruksi terowongan.

Dalam keterangan resmi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga melakukan kunjungan melihat kondisi konstruksi pengerjaan terowongan itu di Purwakarta. Dia melihat sendiri kondisi pertanahan terowongan ini memang labil.

"Tunnel 2 ini memang memiliki tantangan tersendiri, dari awal sudah kita ketahui jika strukturnya labil, namun kondisi sekarang sudah lebih baik dan bisa ditangani," jelasnya dalam keterangan Rabu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Molor, Jokowi Ungkap Masalah Kereta Cepat Jakarta - Bandung


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading