Tarik Nafas.. Luhut Bawa Kabar 'Ngeri' (Lagi) Soal Omicron!

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
12 January 2022 10:21
Keterangan Pers Menteri terkait “Evaluasi PPKM”, Kantor Presiden, Senin (10/1/2021). (Tangkapan layar youtube Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kembali membawa kabar yang kurang mengenakkan terkait varian Covid-19 omicron.

Dalam sebuah pernyataannya, Luhut mengatakan bukan tidak mungkin Indonesia bisa mengalami gelombang baru penularan Covid-19 akibat varian yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan itu.

"Indonesia bukan tidak mungkin dapat mengalami hal yang sama [gelombang penularan baru]. Namun kita tidak perlu panik, tetapi kita tetap waspada," kata Luhut, seperti dikutip Rabu (12/1/2022).


Adapun saat ini varian omicron telah teridentifikasi di 150 negara dan menimbulkan gelombang baru dengan puncak yang lebih tinggi di berbagai negara.

Keterangan Pers Menteri terkait “Evaluasi PPKM”, Kantor Presiden, Senin (10/1/2021). (Tangkapan layar youtube Setpres RI)Foto: Keterangan Pers Menteri terkait “Evaluasi PPKM”, Kantor Presiden, Senin (10/1/2021). (Tangkapan layar youtube Setpres RI)

Namun, eks Kepala Staf Kepresidenan itu meminta masyarakat tidak panik dengan situasi ini. Menurutnya, saat ini yang perlu dilakukan adalah tetap waspada.

"Kita tidak perlu panik, tetapi kita tetap waspada," kata Luhut.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus Covid-19 per kemarin mencapai 802 kasus, yang mayoritasnya disumbangkan para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Adapun dari 537 kasus yang terpusat di Jakarta, 435 kasus berasal dari PPLN. Pemerintah pun mengimbau kepada masyarakat untuk sementara tidak bepergian ke luar negeri dalam 2-3 minggu ke depan.

"Kami akan terus memonitor secara ketat perkembangan kasus dan akan mengambil langkah antisipasi yang diperlukan," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Luhut Bawa Kabar Tak Enak Soal Covid Omicron RI, Berani Baca?


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading