Jreng! Filipina Ikut Desak RI Cabut Larangan Ekspor Batu Bara

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
10 January 2022 18:32
Pekerja membersihkan sisa-sisa batu bara yang berada di luar kapal tongkang pada saat bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemerintah Indonesia berambisi untuk mengurangi besar-besaran konsumsi batu bara di dalam negeri, bahkan tak mustahil bila meninggalkannya sama sekali. Hal ini tak lain demi mencapai target netral karbon pada 2060 atau lebih cepat, seperti yang dikampanyekan banyak negara di dunia. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi Filipina Alfonso Cusi mendesak pemerintah Indonesia untuk mencabut kebijakan larangan ekspor batu bara. Cusi menilai, kebijakan itu akan merugikan ekonomi negara pimpinan Presiden Duterte yang masih sangat bergantung pada batu bara sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik.

Desakan dari Filipina ini menandakan negara ketiga yang menyatakan protesnya kepada Pemerintah Indonesia dan meminta RI untuk segera mengembalikan ekspor batu bara seperti sedia kala, setelah sebelumnya Jepang dan Korea Selatan telah menyuarakan hal serupa.

Seperti diketahui, Indonesia melarang ekspor batu bara sejak 1 Januari hingga 31 Januari 2022 menyusul terjadinya krisis batu bara untuk pembangkit listrik di dalam negeri.


Mengutip Reuters, Senin (10/01/2022), Cusi mengirimkan surat permintaan resmi ini kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melalui Kementerian Luar Negeri Filipina.

Hal tersebut diungkapkan dalam keterangan resmi Kementerian Energi Filipina, Senin (10/01/2022).

Cusi telah meminta Kementerian Luar Negeri untuk memediasi dan mengajukan permohonan ini atas nama Filipina melalui mekanisme kerja sama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Seperti diketahui, kebijakan larangan ekspor batu bara RI mendorong harga batu bara di China dan Australia lebih tinggi minggu lalu, sementara sejumlah kapal yang dijadwalkan untuk membawa batu bara ke pembeli utama seperti Jepang, Cina, Korea Selatan dan India berada dalam kondisi tertahan di Kalimantan, rumah bagi pelabuhan batu bara utama Indonesia.

Seperti Indonesia, Filipina juga masih menggantungkan sumber energi pembangkit listriknya pada batu bara. Filipina mengimpor batu bara dari sejumlah negara, tapi kebanyakan dari Indonesia, dan beberapa lainnya, dengan harga lebih mahal, dari Australia dan Vietnam.

Menurut data Kementerian Energi Filipina, hampir 70% dari 42,5 juta ton suplai batu bara Filipina pada 2020 merupakan hasil impor.

Listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik berbasis batu bara Filipina menyumbang 60% dari total bauran energi pembangkit listrik. Pada 2021 negara tersebut mengimpor 2,3 juta ton batu bara per bulan dari Indonesia untuk bahan bakar pembangkit listriknya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pemerintah Akhirnya Buka Keran Ekspor Batu Bara


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading