Internasional

Salju Langka Selimuti Tokyo, Ratusan Penerbangan Batal

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
07 January 2022 11:56
Orang-orang berjalan di penyeberangan saat salju turun di Tokyo, Jepang Kamis (6/1/2022). (AP/Kiichiro Sato)

Jakarta, CNBC Indonesia - Salju tebal menyelimuti Tokyo, ibu kota Jepang, Kamis (6/1/2022). Akibat fenomena langka ini, lebih dari 100 penerbangan domestik dibatalkan dan beberapa perjalanan kereta tertunda.

Melansir AFP, Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan salju tebal pertama di kota itu dalam empat tahun. JMA juga mengatakan kepingan salju tebal hingga ukuran 10 sentimeter (empat inci) diperkirakan akan turun selama periode 12 jam.


Turunnya salju tebal akan terjadi di wilayah Tokyo untuk pertama kalinya sejak 2018, dan menyebabkan potensi gangguan lalu lintas. Di Twitter, JMA juga memperingatkan penduduk untuk tetap waspada saat terjadinya salju lebat di pusat kota Tokyo.

"Peringatan salju lebat sedang dikeluarkan ... Daerah yang terkena dampak mungkin diperluas. Silakan periksa informasi cuaca dan lalu lintas terbaru!" tulisnya, dikutip Jumat.

Seorang pejabat bandara mengatakan salju menyebabkan pembatalan 66 keberangkatan dan 53 penerbangan domestik yang tiba di bandara Haneda, nama lain bandara Internasional Tokyo. Namun, tidak ada penerbangan internasional yang dibatalkan.

Sementara operator kereta JR East melalui situsnya menulis jika perjalanan beberapa kereta komuter di Tokyo tertunda karena salju tebal.

Meski salju lebat, tujuan wisata populer di pusat Tokyo, Kuil Sensoji, tetap memiliki pengunjung yang mengenakan kimono tradisional dan sandal kayu 'geta' dengan kaus kaki split-toe. Mereka berjalan melewati tiang merah dan lonceng emas saat kepingan salju jatuh.

Hal yang sama juga terjadi di kawasan perbelanjaan dan bisnis Ginza. Di sana banyak pekerja yang terpaksa mencari jalan alternatif lain untuk pulang ke kediaman masing-masing saat terjadinya salju tebal.

"Agak tidak biasa salju turun sebanyak ini di Tokyo pada bulan Januari," kata pekerja Tokyo bernama Keiichi Masuda (37). "Saya harus berhati-hati agar tidak terpeleset saat berjalan."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Jepang, Puluhan Orang Terluka


(tfa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading