Internasional

Ngenes, Harta Crazy Rich China Ini Nguap Rp 10,8 T

News - Thea Fathanah Arbrar, CNBC Indonesia
05 January 2022 15:10
Ma Jianrong (Foto by CHINA GROUP via tangkapan Layar Forbes)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harta crazy rich China pemilik Shenzhou International Group, Ma Jianrong, mengalami penurunan signifikan Selasa (4/1/2021). Di bursa Hong Kong, saham perusahaan terjun 7,9% atau berkurang US$ 760 juta (atau sekitar Rp 10,8 trilliun).

Hal ini terjadi akibat kasus Covid-19 yang kini naik di sejumlah kota di China. Ini menyebabkan penangguhan produksi tempat Shenzhou bermarkas.




Dalam pernyataannya sebagaimana dikutip Forbes, Shenzhou mengatakan ada 10 kasus ditemukan Ningbo. Otoritas lokal telah memulai "pekerjaan pengujian asam nukleat skala besar" di daerah yang terkena dampak untuk menguji kasus positif Covid-19.

"Mengingat epidemi baru-baru ini di daerah di mana lokasi produksi kelompok Ningbo berada, untuk mencegah penyebaran dan memperparah epidemi, pemerintah setempat telah segera mengambil langkah-langkah pengendalian epidemi serta mengumumkan penguncian di beberapa area lokasi produksi grup di distrik Beilun, Ningbo," kata Shenzhou, dikutip Rabu (5/1/2022).

"Kelompok ini secara aktif bekerja sama dengan tindakan penguncian dan isolasi yang diberlakukan oleh pemerintah setempat. Diperkirakan beberapa lokasi produksi di distrik Beilun, Ningbo akan terpengaruh oleh penghentian produksi jangka pendek."

Shenzhou merupakan penyuplai sejumlah merk olahraga internasional seperti Nike, Uniqlo, dan Adidas. Perusahaan mengaku masih mengevaluasi dan menilai dampak pandemi ke grup.

China sendiri melaporkan 161 kasus baru Covid-19 per Selasa. Saat ini ada total 3.127 kasus aktif dengan 22 kasus serius.

China adalah rumah bagi jumlah miliarder terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS). Ma Jianrong sendiri, mengutip Forbes, adalah orang kaya ke-50 di China.

Sementara itu mengutip dari real time saat ini, kekayaan Ma Jianrong kembali naik 3,44%. Total hartanya dari Forbes, sekitar US$ 11,4 miliar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Covid China Makin Nyebar, 10 Juta Orang 'Dikunci'


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading