Internasional

Bukan 'Kamehameha', Jurus Singapura Hadapi Gelombang Omicron

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
28 December 2021 16:30
Lonjakan Covid-19 yang terjadi membuat pemerintah Singapura memutuskan untuk memperketat pembatasan sosial warganya. (REUTERS/EDGAR SU)

Jakarta, CNBC IndonesiaSingapura telah melakukan persiapan untuk menghadapi gelombang Covid-19 terbaru akibat varian Omicron. Hal ini dikatakan oleh Ketua Bersama Gugus Tugas Multi-kementerian Singapura Lawrence Wong awal pekan ini.

Ia mengatakan gelombang baru tak bisa dihindari negara kota itu. Karenanya sejumlah langkah diambil untuk menangani dan menekan penyebaran.


"Kita harus percaya bahwa akan datang gelombang kasus baru dalam beberapa hari dan minggu mendatang," kata Wong dalam sebuah postingan Facebook, menambahkan penyebaran Omicron di banyak komunitas tidak akan terhindarkan, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia (CNA), Selasa (28/12/2021).

"Tetapi kami telah melakukan apa pun yang kami bisa untuk mempersiapkan gelombang berikutnya dan kami dapat melewatinya bersama-sama sebagai satu orang," tambahnya.

Wong mengatakan sejak sebulan Omicron muncul, Singapura telah mengadopsi pendekatan penahanan yang lebih hati-hati. Ini dilakukan untuk mengulur waktu dalam memperlambat penyebaran varian itu dan mempelajari lebih lanjut tentangnya.

"Kami sekarang tahu bahwa varian Omicron kemungkinan lebih mudah menular tetapi lebih ringan daripada Delta," ujarnya.

Singapura pun telah menyesuaikan protokolnya untuk menangani kasus Omicron dengan cara yang sama saat adanya varian Delta. Pasien kasus Omicron atau kontak dekat dapat diisolasi di rumah, tergantung pada presentasi klinisnya.

"Kami kemudian akan memprioritaskan sumber daya perawatan kesehatan kami untuk kasus yang lebih parah, serta mereka yang lebih rentan," kata Wong lagi.

Tidak hanya soal aturan isolasi, Wong menambahkan bahwa vaksinasi dan suntikan booster tetap menjadi "strategi kunci" Singapura untuk bertahan melawan Omicron. Masyarakat yang masih belum divaksin akan diingatkan untuk segera melakukannya.

"Tanpa vaksin, Anda akan menghadapi pembatasan pergerakan, termasuk tidak bisa kembali ke kantor. Pembatasan ini diperlukan untuk melindungi Anda dari penyakit parah akibat virus," tegasnya.

Bagi masyarakat yang sudah divaksin penuh akan diingatkan untuk mendapatkan booster ketika saatnya tiba. Sementara anak-anak berusia 12 tahun ke bawah akan tetap divaksinasi sesuai jadwalnya.

Dalam catatan CNBC Indonesia, sejak dikonfirmasi pertama 6 Desember lalu, saat ini ada total 700 lebih kasus Omicron terkonfirmasi di negeri tetangga RI itu. Ada 101 kasus baru diumumkan Senin (27/12/2021).

Jika ditambah dengan pengumuman Kementerian Kesehatan (MOH) yang menyebut total 650 kasus Omicron Sabtu dan 104 kasus baru Omicron Minggu, maka total saat ini berjumlah 751 kasus sudah ditemukan.

Sementara itu, kemarin, secara Singapura mencatat ada 280 kasus positif Covid-19 sehari. Sebanyak 134 kasus merupakan impor dari pelancong luar negeri yang datang.

Ada tiga kematian yang membuat total warga meninggal menjadi 825 orang sejak pandemi menyerang. Singapura sendiri memiliki total 278.044 kasus Covid-19 sejak pandemi masuk 2020.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Potret Singapura-Malaysia Buka Perbatasan Pasca 2 Tahun Tutup


(tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading