Internasional

Bom Bunuh Diri di Kongo Tewaskan Enam Orang

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
26 December 2021 11:15
FILE PHOTO: A Congolese boy walks past a wall near the Alima Ebola treatment centre in Beni, in the Democratic Republic of Congo, April 1, 2019. Picture taken April 1, 2019.REUTERS/Baz Ratner/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Insiden bom bunuh diri terjadi sebuah restoran di kota Beni, Kongo timur, Sabtu (26/12/2021). Akibatnya sebanyak enam orang tewas, termasuk pelaku pembom, dan 14 orang lainnya luka-luka.

"Pembom bunuh diri, dicegah oleh penjaga keamanan memasuki bar yang ramai, mengaktifkan bom di pintu masuk bar," kata juru bicara gubernur regional, Général Ekenge Sylvain, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Minggu (26/12/2021).

Sylvain mengatakan bahwa gerilyawan dari Pasukan Demokrat Sekutu (ADF), kelompok yang bersekutu dengan Negara Islam, telah mengaktifkan "sel tidur" di kota Beni untuk menargetkan warga. Namun dia tidak memberikan bukti yang menghubungkan kelompok tersebut dengan insiden ledakan.


Walikota Beni, Narcisse Muteba Kashale, sebelumnya mengatakan bahwa sebuah bom telah meledak di pusat kota.

"Demi keamanan, saya minta masyarakat tetap di rumah," kata walikota.

Seorang wartawan Reuters yang berada tidak jauh dari lokasi mengatakan mendengar ledakan sekitar pukul 7 malam, tepat setelah misa Katolik sore hari, di dekat jalan utama kota. Suara ledakan kemudian diikuti dengan tembakan.

Juru bicara polisi Nasson Murara mengatakan bahwa petugas menembakkan peluru tajam untuk membubarkan massa yang marah yang berusaha menghalangi penyelidik mengakses lokasi ledakan. Beruntung tidak ada yang terluka.

Gambar yang dibagikan di media sosial menunjukkan puluhan kursi hijau berserakan di jalan, beberapa meleleh atau membara. Setidaknya empat mayat, termasuk seorang gadis kecil, terlihat di antara reruntuhan.

Serangan itu menandai kekerasan terbaru di wilayah tempat pasukan Kongo dan Uganda melancarkan kampanye melawan tersangka Islamis ADF.

Kongo dan Uganda sebelumnya meluncurkan kampanye militer di daerah itu sejak 30 November melawan ADF. Para pejabat sebelumnya menyalahkan kelompok itu atas pemboman yang terjadi di wilayah tersebut.

Kampanye gabungan Kongo dan Uganda telah merencanakan untuk menargetkan empat kamp ADF, termasuk dua di daerah kota Beni, menurut seorang jenderal Uganda awal bulan ini.

Juni lalu, kota Beni diguncang oleh dua ledakan di sebuah gereja Katolik dan di jalan persimpangan yang sibuk. Tidak ada yang tewas dalam kedua ledakan kecuali tersangka pembom, yang tewas akibat ledakan kedua.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Astaga! Ada 'Bisnis Covid' di Negara Ini, Bawa Dana IMF


(tfa/tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading