Ngeri Juga dengan Omicron, Thailand Cabut Bebas Karantina!

News - Lalu Rahardian, CNBC Indonesia
22 December 2021 20:31
Health workers wearing protective suits administer the COVID-19 swab test on a tourist after they arrive a hotel during the first day of the country's reopening campaign, part of the government's plan to jump start the pandemic-hit tourism sector in Bangkok, Thailand November 1, 2021. REUTERS/Chalinee Thirasupa

Jakarta, CNBC Indonesia - Thailand mencabut kebijakan mereka yang membebaskan pengunjung dari luar negeri untuk masuk ke negara itu tanpa karantina. Penangguhan tersebut dimulai sejak Rabu (22/12/2021) karena kekhawatiran Thailand atas merebaknya Covid-19 varian Omicron di dunia.

Mengutip Straits Times, Thailand memutuskan para pelancong yang sebelumnya sudah mendaftar untuk skema Test and Go dapat tetap masuk ke negara tersebut tanpa harus menjalani karantina.

Akan tetapi, mereka wajib mengikuti tes PCR tambahan pada hari ketujuh setelah kedatangan dari luar negeri. Wakil Juru Bicara Pemerintah Thailand Rachada Dhnadirek berkata, tes PCR kedua tersebut akan ditanggung pelaksanaannya oleh pemerintah.


Pembatalan kebijakan bebas karantina ini akan berlaku hingga 4 Januari 2022. Setelah itu, Pemerintah Thailand akan meninjau situasi sebelum memutuskan perpanjangan atau pencabutan kebijakan tersebut.

Batalnya kebijakan bebas karantina membuat seluruh wisatawan dan orang dari luar negeri yang mau masuk ke Thailand harus menjalani masa karantina 7-14 hari, tergantung dari status vaksinasi dan negara asal orang terkait.

Pengunjung Thailand dari luar negeri bisa memilih skema Phuket Sandbox, di mana nantinya mereka mendapat kebebasan untuk pergi ke seluruh negeri setelah menghabiskan masa karantina di pulau tujuan wisata tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Thailand Tanee Sangrat berkata, pembatalan kebijakan bebas karantina akan dimulai pada Rabu tengah malam waktu setempat. Dia memastikan pembatalan ini sifatnya sementara dan dikeluarkan demi mencegah penyebaran varian terbaru Covid-19.

Pada Selasa (21/12/2021) lalu, Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha berkata bahwa negara tersebut mampu menangani kemungkinan adanya penyebaran Covid-19 dari pengunjung luar negeri.

"Mereka mengatakan kami dapat menangani Omicron, yang menular, tetapi memiliki gejala ringan," katanya.

Berdasarkan data Pemerintah Thailand, ada sekitar 200 ribu orang yang telah mendaftar pada skema Test and Go serta Sandbox sebelum pembatalan kebijakan dikeluarkan. Skema Test and Go baru diterapkan Thailand pada November 2021, dengan tujuan menghidupkan kembali industri pariwisata yang terdampak parah akibat pandemi.

Penangguhan kebijakan bebas karantina diumumkan satu hari setelah Thailand menemukan transmisi lokal pertama varian Omicron, melibatkan pasangan yang sudah divaksinasi dengan wanita yang terinfeksi oleh suaminya pasca datang dari luar negeri. Sebanyak 63 orang di Thailand telah terinfeksi Omicron.

Sebelumnya, Thailand pada 15 Desember lalu baru saja mengeluarkan pelonggaran kebijakan yang berlaku pada malam tahun baru nanti. Kebijakan itu membuat pelaksanaan hitung mundur tahun baru bisa dilakukan dengan syarat diikuti maksimal seribu orang, dan para pengunjung wajib mengantongi hasil negatif dari tes antigen.

Thailand juga telah mengizinkan restoran di sana untuk menyajikan minuman beralkohol di malam pergantian tahun, hingga pukul 01:00 pada 1 Januari 2022.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukan Cuma RI & Malaysia, Kasus Covid Thailand Juga Menggila


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading