Habisi Omicron, Israel Siapkan Booster Vaksin Keempat!

News - Lalu Rahardian, CNBC Indonesia
22 December 2021 20:19
A Palestinian medic displays a vial of the Moderna COVID-19 vaccine, at the health ministry, in the West Bank city of Bethlehem, Wednesday, Feb. 3, 2021. The Palestinian Authority has administered its first known coronavirus vaccinations after receiving several thousands of doses of the Moderna vaccine from Israel. The Pfizer-BioNTech and AstraZeneca vaccines will be provided in the coming weeks through COVAX, a World Health Organization program designed to help poor countries acquire vaccines. (AP Photo/Nasser Nasser)

Jakarta, CNBC Indonesia - Israel yakin rencana penyuntikan dosis keempat vaksin Covid-19 bagi tenaga kesehatan dan penduduk berusia 60 tahun ke atas dapat membantu mereka mengatasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Keyakinan tersebut disampaikan Perdana Menteri Israel Naftali Bennet seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (22/12/2021). Menurutnya, rekomendasi penyuntikan dosis keempat yang dikeluarkan Panel Ahli Kementerian Kesehatan Israel pada Selasa (21/12/2021) adalah kabar baik di tengah kondisi saat ini.

"Masyarakat Israel adalah penerima dosis ketiga vaksin Covid-19 pertama di dunia, dan kami akan kembali menjadi pionir dalam penyuntikan dosis keempat," kata Bennet.


Dalam rekomendasi sebelumnya, Kementerian Kesehatan Israel menyebut penderita immunodeficient juga bisa mendapat suntikan vaksin dosis keempat. Suntikan tersebut bisa diberikan kepada para penerima minimal empat bulan setelah mendapat suntikan vaksis dosis ketiga.

Keputusan ini dikeluarkan Israel setelah adanya seorang penderita Covid-19 varian Omicron yang meninggal dunia di sana. Kabar duka tersebut dikeluarkan sebuah rumah sakit di Israel. Dalam keterangannya, rumah sakit tersebut menyebut pasien yang meninggal dunia memiliki penyakit bawaan serius.

Pusat Medis Soroka di Beersheba menyebut, pasien yang meninggal dunia adalah pria berusia 60-an tahun dan sudah dirawat di bangsal Covid-19 selama dua pekan.

"Morbiditasnya muncul teruatam akibat penyakit eksisting, dan bukan dari infeksi pernapasan yang timbul karena virus corona," kata Pusat Medis Soroka.

Hingga Selasa (21/12/2021), Kementerian Kesehatan Israel mencatat ada 340 kasus Covid-19 varian Omicron yang diketahui di sana. Kondisi tersebut membuat Israel mengeluarkan kebijakan larangan bepergian ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Italia, Turki, Kanada, dan lain-lain.

Israel juga membatasi aktivitas makan di luar ruangan dan menginstruksikan anak-anak pada daerah dengan morbiditas tinggi dan tingkat vaksinasi rendah untuk belajar dari rumah. Kemudian, Israel membatasi izin karyawan untuk bekerja dari kantor hingga 50% bagi pekerja di sektor publik.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz telah memberi perintah agar seluruh aparat bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 hingga 5 ribu kasus per hari.

Sebagai catatan, saat ini sudah ada lebih dari 4,1 juta warga Israel yang menerima suntikan dosis ketiga vaksin Covid-19. Total penduduk Israel kini adalah 9,3 juta orang. Tingkat inokulasi Covid-19 di Israel pada kalangan remaja dan anak-anak tergolong rendah. Terbukti, kurang dari satu persen anak-anak usia 5-11 tahun yang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin Covid-19.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Alat Mata-Mata Buatan Israel Bikin Heboh, PBB Turun Tangan!


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading