Sri Mulyani: Butuh 100 Tahun Perempuan dan Laki-laki Setara

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
22 December 2021 15:10
Konferensi Pers APBN KITA Edisi 21 Desember 2021. (Tangkapan layar toutube Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyayangkan hingga saat ini gap gender atau ketimpangan antara wanita dan lelaki masih sangat lebar. Bahkan butuh waktu yang lama untuk bisa menghilangkan gap gender tersebut.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil riset yang dilakukan World Economic Forum mengenai global gender gap report pada tahun 2020 lalu, hasilnya menunjukan butuh waktu hampir 100 tahun untuk membuat wanita dan lelaki bisa setara.


"Inequality gender ini hanya bisa ditutup dalam jangka waktu 99,5 tahun. Jadi membutuhkan periode hampir 100 tahun untuk bisa menutup gender gap dari sisi tadi world economic forum report 2020," ujarnya dalam acara Capital Market Women Empowerment Forum, Rabu (22/12/2021).

Menurutnya, ini terutama wanita tertinggal dalam partisipasi ke perekonomian dan secara politik. Di mana partai politik dan pejabat pemerintah di banyak negara didominasi oleh kaum lelaki.

Di Indonesia yang dalam kabinet saja ada enam menteri perempuan dan DPR pun dinahkodai oleh perempuan, tidak membuat gap gender ini hilang. Sebab, secara nasional tingkat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja tetap kalah dengan lelaki.

"Dalam angkatan kerja kita perempuan hanya 54%, kalau lelaki itu 82%. Jadi jauh di bawah laki-laki," jelasnya.

Bahkan dalam hal gaji dan pengakuan kemampuan, perempuan masih jauh di bawah lelaki. Begitu juga dengan hambatan dan tantangan yang dihadapi perempuan di dunia kerja yang jauh lebih besar dibandingkan laki-laki.

"Banyak perempuan ikut dalam kegiatan ekonomi tapi dari sisi kualitas ada di sektor informal yang produktivitas rendah. Demikian upah jauh lebih kecil. Ini menyebabkan kita harus melihat sebuah PR dan tantangan bersama untuk memajukan perempuan di dalam memberikan kesempatan, sehingga mampu tidak hanya kontribusi diri sendiri tapi juga sangat memperhatikan kemajuan diri bagi keluarga dan negara atau perekonomian. Ini yang paling penting," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mampukah Sri Mulyani Tekan Defisit APBN di Bawah 4%?


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading