Kesal dengan PM Boris Johnson, Menterinya Memilih Mundur!

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
19 December 2021 07:45
Britain's Prime Minister Boris Johnson gestures as he speaks during a press conference in London, Saturday Nov. 27, 2021, after cases of the new COVID-19 variant were confirmed in the UK. (Hollie Adams/Pool via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Brexit Negara Inggris yakni David Frost resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Hal ini dikarenakan kekecewaannya terhadap pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson.

Pengunduran diri ini juga sebagai salah satu pukulan besar bagi Boris Johnson di tengah munculnya varian Omicron yang sedang melanda Inggris Raya.


Mundurnya Frost dari jabatannya menimbulkan tanya bagaimana masa depan dari brexit. Ini menambah gejolak yang lebih lagi pada pemerintahan Johnson.

Saat mengundurkan diri Frost mengatakan dengan yakin bahwa 'brexit aman'. Namun, di sisi lain ia menyebutkan sangat khawatir dengan arah pemerintahan saat ini.

"Anda tahu kekhawatiran saya tentang arah perjalanan saat ini," kata Frost kepada Johnson dalam sebuah surat yang dirilis oleh Downing Street, yang dikutip dari Reuters, Minggu (19/12/2021).

"Saya berharap kita akan bergerak secepat mungkin ke tempat yang kita perlukan: ekonomi kewirausahaan yang diatur dengan ringan, pajak rendah, di ujung tombak sains modern dan perubahan ekonomi."

Pengunduran dirinya pertama kali diketahui dari laporan The Mail yang mengatakan dipicu oleh kebijakan pembatasan Covid-19 yang lebih ketat. Serta juga disebabkan oleh ketidaksetujuan dengan kenaikan pajak dan biaya kebijakan lingkungan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Inggris Krisis Energi, Musim Dingin Tahun Ini Bakal Suram


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading