Harap Tenang! Ada Kabar Baik Terbaru Soal Omicron

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
17 December 2021 19:37
A student from the Tshwane University of Technology wears a face mask outside his residence in Pretoria, South Africa, Saturday, Nov. 27, 2021. As the world grapples with the emergence of the new variant of COVID-19, scientists in South Africa — where omicron was first identified — are scrambling to combat its spread across the country. (AP Photo/Denis Farrell)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar baik mengenai penanganan penyebaran Varian Omicron terus bermunculan. Kali ini, sebuah penelitian pendahuluan menyebut bahwa vaksin Covid-19 dengan dosis booster mampu melawan keparahan yang ditimbulkan varian baru itu.

Mengutip Straits Times, ada pertemuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu (15/12/2021), ilmuwan melaporkan beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa sel-T pada orang yang divaksinasi dapat memberikan pertahanan yang kuat terhadap varian tersebut.

"Kabar baiknya adalah bahwa respons sel-T sebagian besar dipertahankan untuk Omicron," kata Dr Wendy Burgers dari Universitas Cape Town.


Meski ini merupakan penelitian pendahuluan, ilmuwan menambahkan bahwa ini merupakan kabar baik yang melegakan dalam penanganan varian yang awalnya muncul di Afrika Selatan ini.

Sebelumnya berita mengenai keampuhan vaksin dan booster terhadap varian ini juga didengungkan oleh beberapa observasi lainnya. WHO meminta agar masyarakat yang belum menerima vaksin untuk segera menerimanya.

"Jadi pesannya tetap jelas: Jika Anda tidak divaksinasi, dapatkan vaksinasi dan, khususnya di arena Omicron, jika Anda sepenuhnya divaksinasi, dapatkan suntikan booster Anda," kata ahli penyakit menular asal Amerika Serikat (AS), Dr Anthony Fauci.

WHO sendiri telah memasukkan Omicron sebagai "varian of concern" atau varian yang sedang dalam perhatian khusus. Badan PBB itu menyebut masih akan melakukan pendalaman terkait virus yang membawa 32 mutasi pada protein lonjakannya itu.

Sementara itu, kematian pertama akibat virus ini telah diumumkan. Kematian itu terjadi di Inggris. Meski begitu, beberapa negara yang telah kemasukan varian yang awalnya berkembang di Afrika ini menyebut bahwa mayoritas pasien Omicron menunjukkan gejala yang sangat ringan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

3 Fakta Soal Omicron yang Jarang Diketahui, Apa Saja?


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading