Sri Mulyani: 68% BUMN Bisa Bangkrut

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
16 December 2021 08:55
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali mengungkapkan fakta mengejutkan terkait Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dimana, sebanyak 68% dari BUMN khususnya penerima suntikan modal bisa bangkrut.

Adapun BUMN ini biasanya menerima suntikan modal dari pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Kemungkinan bangkrut ini dipaparkan saat membedah kinerja BUMN penerima PMN tahun 2020 saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI.


"Dari sisi distress atau kemungkinan bangkrut ada 68% dari BUMN kita itu (bisa bangkrut) dan 32% nya masuk kategori aman," ungkapnya dalam raker Komisi XI, Rabu (15/12/2021).

Kemudian, jika dilihat dari kinerja debt to equity dibandingkan industrinya, juga ditemukan bahwa BUMN penerima PMN sebagian besar mempunyai utang yang cukup tinggi. Bahkan utang tersebut di atas rata-rata industrinya.

Sedangkan yang sebanding dengan industrinya hanya 2%. Lalu utang yang berada di bawah rata-rata industrinya tercatat sebanyak 34%.

"BUMN kita 55% itu debt-nya, utangnya berada di atas rata-rata dari industri di mana mereka berada," ujarnya.

Selanjutnya, jika dilihat dari kinerja laba dan ruginya, BUMN yang rugi tidak jauh berbeda dengan yang untung. BUMN penerima PMN yang menghasilkan laba pada tahun lalu hanya 60% nya dan yang rugi 40%.

"BUMN ini 60% mendatangkan laba dan sisanya rugi," pungkasnya


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Covid di RI Belum Beres, Uangnya Malah Dipakai Suntik BUMN!


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading