Internasional

UEA Tiba-Tiba Batal Beli Jet Tempur Siluman F-35 AS, Ada Apa?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
15 December 2021 19:40
Seorang pilot Korps Marinir mempersiapkan untuk pendaratan vertikal pesawat tempur siluman Lockheed Martin F-35B di atas kapal induk serbu amfibi USS selama operasi mereka di perairan pulau paling selatan Jepang Okinawa 23 Maret 2018. REUTERS / Issei Kato

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan menangguhkan rencana pembelian pesawat tempur siluman F-35. Hal ini tertulis dalam keterangan resmi kedutaan UEA di Washington DC, Amerika Serikat (AS).

Dalam sebuah keterangan yang dikutip Associated Press, kedutaan menyebut bahwa belum ada gambaran pasti mengenai alasan pembatalan ini. Abu Dhabi mengatakan meski pembicaraan dihentikan, pesawat itu masih menjadi salah satu opsi pembelian yang akan dilakukan.

"AS tetap menjadi penyedia pilihan UEA untuk persyaratan pertahanan lanjutan dan diskusi untuk F-35 dapat dibuka kembali di masa depan," kata kedutaan itu dikutip Rabu, (15/12/2021).


Sementara itu, Menlu AS Anthony Blinken mengatakan bahwa pihaknya akan terus siap bila Negeri Petrodolar itu ingin melanjutkan perundingan pembelian yang ditaksir senilai US$ 23 miliar itu.

"Kami tetap siap untuk bergerak maju ... jika itu yang ingin dilakukan oleh Emirat," katanya saat dalam kunjungan kenegaraan ke Malaysia.

Penyataan UEA ini sendiri datang beberapa hari setelah negara itu setuju untuk membeli rekor 80 pesawat tempur Rafale dari Prancis seharga US$ 15,8 miliar. Kesepakatan pembelian itu ditekan dalam kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke negara kaya minyak itu.

F-35 sendiri baru-baru ini mendapatkan sorotan luas setelah Finlandia memutuskan untuk memboyong 64 unit jet tempur canggih itu. Nilai transaksi pembelian itu dilaporkan sebesar US$ 9,5 miliar atau setara dengan Rp 135 triliun. Nantinya, F-35 pertama akan dikirim ke Negara Suomi itu pada 2026 dan proses pengiriman akan selesai pada 2030 mendatang.

Sebelumnya, Indonesia dikabarkan juga tertarik untuk membeli pesawat ini. Namun progres pembelian itu dilaporkan batal lantaran Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto yang menganggap bahwa pembuatan pesawat ini terlalu memakan waktu yang lama dan AS tak merestui untuk Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wow, Ternyata Segini Jumlah Pesawat Tempur "Siluman" di Dunia


(tps/tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading