Masih Misterius? Orang Asing Ogah Beli Apartemen di Indonesia

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
14 December 2021 15:30
Ilustrasi Apartemen (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Realisasi pembelian apartemen di Indonesia oleh warga negara asing (WNA) masih minim. Hal ini karena memang permintaan yang anjlok hingga masih terbentur aturan yang rumit. Padahal secara payung hukum WNA boleh memiliki apartemen di Indonesia, tentu dengan syarat tertentu.

Pengamat Properti Panangian Simanungkalit mengatakan hukum kepemilikan apartemen bagi orang asing ini belum setara, sehingga WNA masih mikir-mikir untuk membeli apartemen di Indonesia.

"Hukumnya tidak memuaskan orang asing. Kita lihat free hold Singapura itu bisa mencapai 99 tahun, hak leasehold itu jangka panjang sampai 99 tahun. Sementara kita hanya Hak Guna Bangunan selama 30 tahun," kata Panangian kepada CNBC Indonesia, Selasa (14/12/2021).


"Orang asing ini belum bisa setara meski dia beli kalau mungkin agak lama, ya pegang sewa saja toh mereka juga bulak balik ke sini," tambahnya.

Panangian melihat daya tarik WNA untuk memiliki hunian di Indonesia hanya ada di sektor pariwisata. Saat ini yang menjadi center of leisure itu di Bali. Beda dengan di Jakarta yang kebanyakan memang WNA yang tinggal untuk bisnis seperti ekspatriat.

"Kalau yang ekspatriat 2 tahun paling pulang," jelasnya.

"Niatan bermukim itu ada dan besar tapi tidak sebesar seperti Thailand, Singapura, atau pun Malaysia," katanya.

Namun dia melihat aturan kepemilikan properti yang lebih setara dapat meningkatkan penjualan properti khususnya harga apartemen mewah, sesuai batasan harga yang diperbolehkan untuk kepemilikan WNA.

Dasar hukum kepemilikan properti WNA ini juga berada pada Undang-Undang Ciptakerja Pasal 114 Ayat 1 Terkait Hak milik Rusun. Dalam hal ini pemerintah mengizinkan WNA memiliki apartemen di Indonesia.

Wakil Ketua Real Estate Indonesia (REI) Hari Ganie menjelaskan kepemilikan apartemen asing sudah terkandung dalam materi Undang-Undang Ciptakerja. Dimana asing boleh memiliki hunian di perkotaan atau kawasan pariwisata tanpa Kitas.

Meski dibatasi hanya untuk 1 landed house dengan harga di atas Rp 2 miliar ke atas, sedangkan untuk unit apartemen tidak ada batasan harga dengan Hak Guna Bangunan 30 tahun dan bisa diperpanjang sampai 20 tahun.

Hanya saja realisasinya saat ini masih minim karena pasar apartemen yang sedang turun drastis. Sedangkan Ekspatriat yang biasa mengisi pasar ini belum kembali ke Indonesia.

"Realisasinya pasar apartemen sekarang itu jelek, turun drastis asing belum masuk pasar lagi, pasar lagi nggak bagus untuk keseluruhan lagi terjun bebas," katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (14/12).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Susah Laku, Harga Apartemen Mewah Miliaran Diobral Murah!


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading