Wamen Pahala Blak-blakan di Balik Peleburan 6 BUMN Pangan

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
09 December 2021 14:55
Pahala Mansury (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Pahala Mansury buka-bukaan mengenai alasan merger BUMN di sektor pangan. Salah satu alasannya terkait dengan ketahanan pangan di Indonesia.

Seperti diketahui, enam perusahaan yang tergabung dalam BUMN Klaster Pangan resmi dilebur menjadi tiga perusahaan. PT Bhanda Ghara Reksa resmi melebur ke PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Perikanan Nusantara bergabung ke PT Perikanan Indonesia, dan PT Pertani melebur ke PT Sang Hyang Seri.

"Kenapa digabungkan dari 6 jadi 3? Sebelum holding, karena BUMN-BUMN tersebut dalam satu sektor yang mirip, misalnya Perindo-Perinus, keduanya dalam perikanan, Pertani-SHS dalam bibit, jagung, padi. Kemudian PPI-BGR di distribusi logistik dan perdagangan, jadi menggabungkan keduanya jadi satu yakni PPI," katanya dalam Squawk Box CNBC Indonesia, Kamis (9/12/2021).



Penggabungan ini bertujuan agar kekuatan aset serta sumber daya manusia (SDM) menjadi lebih baik. Ini pun jadi momentum pas di BUMN sektor pangan. Namun, Pahala juga mengindikasikan merger ini tetap membuat BUMN solid. Sebab, dengan merger ini posisi direksi atau manajemen juga sudah pasti berkurang.


"Kita membuat project management office yang terdiri dari masing-masing BUMN, khususnya untuk persiapan yang sangat intens dalam perencanaan kerja ke depan, dari sisi keuangan, komunikasi termasuk organisasi SDM ke depan akan jadi apa. Ini semua dibicarakan, yang terdiri BOD untuk memastikan keseluruhan organisasi terlibat, sehingga gak ada lagi yang menyampaikan gak terlihat langsung dalam perencanaan," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa yang paling utama ialah komunikasi manajemen dan karyawan. Tujuan utama merger ini juga bukan pengurangan karyawan.

Dari sisi manajemen, Kementerian BUMN juga mengklaim proses seleksi dalam tahap yang panjang. Pahala memberi bocoran aspek penting bagi orang yang akan mengisi kursi direksi BUMN.

"Track record sangat penting, budaya kerja, integritas, leadership dari manajemen direksi. Ini cukup panjang dan melibatkan langsung calon dirut, wawancana marathon untuk memastikan asesmen wawancara Kementerian BUMN. Sehingga talenta yang gabung di direksi betul-betul berkompetensi serta punya track record," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Blak-blakan Wamen Pahala Soal Mimpi Besar BUMN Pangan


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading