Fakta-Fakta di Balik Fenomena Apartemen 'Hantu' di Jakarta

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
08 December 2021 11:10
Apartemen Taman Rasuna

Jakarta, CNBC Indonesia - Tingkat hunian apartemen sewa terpantau dalam tren menurun drastis pada tahun ini. Hal ini mengakibatkan terjadinya fenomena 'apartemen hantu' alias apartemen minim penghuni.

Awal mulanya terjadi karena pandemi membuat orang ogah menyewa apartemen lagi. Selain itu, ekspatriat yang biasa menyewa atau disewakan oleh perusahaannya tidak lagi menyewa unit apartemen.

Berikut beberapa fakta terkait minimnya tingkat hunian apartemen.


Riset Buktikan Okupansi Turun

Secara historis, rata-rata okupansi apartemen di Jakarta yang dipantau Cushman & Wakefield ini berada pada tingkatan 45%. Ini sama saja lebih dari separuh gedung apartmen kosong tanpa penghuni.

Dari kumulatif suplai, purpose built rental apartment atau yang disewakan untuk jangka waktu panjang, di wilayah Jakarta sebanyak 2.731 unit, keterisiannya hanya 44%.

Lalu, serviced apartment atau yang disewakan dalam jangka waktu tidak terlalu panjang dengan suplai 5.583 unit, namun hanya terisi 52%, terakhir condominium for lease sebanyak 153.607 dan hanya terisi 55%.

Sementara dari riset lainnya seperti Colliers Indonesia, pada kuartal III posisi okupansi apartemen servis di kuartal III berada pada posisi 51%, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 60%, juga turun 6% dari kuartal sebelumnya.


Ekspatriat Semakin Sedikit

Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan bahwa pasokan apartemen servis atau sewa hanya 6% dari 220 ribu pasokan apartemen di DKI Jakarta, sisanya 94% lainnya adalah strata title yang diperjual-belikan atau kepemilikan pribadi.

"Kalau apartemen strata, kita tidak pantau okupansinya karena ada yang dijual beli, ada yang dihuni, bahkan disewakan. Tidak bisa di-trace datanya," katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (7/12/2021).

Sementara yang dipantau oleh Colliers adalah apartemen servis. Meski begitu tingkat sewa apartemen servis memang menurun. Hingga kuartal III-2021 posisinya hanya di 51% di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 60%.

"Jadi penyewa, apartemen servis ini biasanya dari ekspatriat. Memang terus terang mungkin budget-nya berkurang dari korporasinya. Jadi yang bisanya masing-masing perusahaan ada jatah apartemen lokal kelas manajerial ini sudah tidak aktif lagi," katanya.

"Karena PPKM darurat juga banyak yang cancel, sehingga okupansi serviced apartment menurun," tambahnya.


Tingkat Okupansi Terendah Dalam Lima Tahun Terakhir

Ferry menjelaskan tingkat okupansi apartemen servis saat ini merupakan yang terendah sepanjang lima tahun terakhir.

"Terendah dalam lima tahun terakhir," katanya.


Lokasi Kebanyakan di luar CBD Area

Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan untuk okupansi apartemen servis terbagi menjadi dua wilayah Central Business District (CBD) Jakarta dan luar daerah CBD. Saat ini yang banyak mengalami penurunan berasal dari luar CBD.

"Kita okupansi memantau di bagian CBD dan non CBD. Kebanyakan kalau servis ya memang sewa itu di CBD. Sementara yang turun CBD non Jaksel. Jadi kawasan Jakarta Selatan seperti Kebayoran, Pondok Indah itu masih banyak. Sementara kalo di luar itu lebih sedikit. Seperti Jakarta Barat itu sedikit," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Muncul Fenomena 'Apartemen Hantu' Jakarta, Ini Penampakannya


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading