Internasional

Awas Xi Jinping Ngamuk, Biden Resmi Boikot Olimpiade Beijing

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
07 December 2021 06:41
Chinese and U.S. flags flutter near The Bund, before U.S. trade delegation meet their Chinese counterparts for talks in Shanghai, China July 30, 2019.  REUTERS/Aly Song

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) secara resmi mengumumkan boikot diplomatik ke Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. Nantinya semua perwakilan diplomatik resmi tak akan dikirimkan menghadiri perhelatan tersebut kecuali atlet AS yang bertanding.

Hal ini terkait isu pelanggaran hak asai manusia (HAM) yang dituduhkan ke China. Negeri Xi Jinping disebut AS telah melakukan serangkaian aksi keji hingga genosida ke etnis Muslim, salah satunya Uighur, di Xinjiang.




"Pemerintahan Presiden Joe Biden tidak akan mengirim perwakilan diplomatik atau resmi ke Olimpiade Musim Dingin dan Paralimpiade Beijing 2022 mengingat genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan China yang sedang berlangsung di Xinjiang dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya," tegas Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki dalam konferensi pers Senin (6/12/2021) waktu setempat.

"Para atlet di Tim AS mendapat dukungan penuh kami. Kami akan mendukung mereka 100 persen saat kami menyemangati mereka dari rumah."

Olimpiade Beijing 2022 rencananya diselenggarakan 4 hingga 20 Februari 2022. Isu boikot sudah bergulir sejak bulan lalu, di mana AS ingin menunjukkan sikapnya ke tudingan pelanggaran HAM yang terjadi, bahkan diutarakan sendiri oleh Biden.

Sementara itu, China telah mengancam balas dendam ke AS. Hal ini diutarakan kemarin dalam konferensi pers rutin Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menanggapi pertanyaan jika boikot jadi diambil pemerintah Biden.

"Saya ingin menekankan bahwa Olimpiade Musim Dingin bukanlah panggung untuk sikap dan manipulasi politik," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian

"Jika AS bertekad untuk memiliki caranya sendiri, China akan mengambil tindakan balasan yang tegas."

Hubungan AS dan China masih panas meski pemerintahan AS berganti dari Donald Trump ke Biden. Pekan lalu Biden juga memberikan sanksi ke perusahaan China, termasuk teknologi, terkait keterkaitannya dengan militer Tirai Bambu dan keamanan nasional.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading