PPnBM 100% Beres Bulan Ini, Mobil Januari 2022 Masih Diskon?

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
06 December 2021 17:40
Calon pembeli melihat mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atau pajak 0%. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memberikan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru hingga akhir tahun 2021 atau akhir Desember ini. Konsumen yang sudah melakukan SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) berpotensi mendapat diskon PPnBM, namun itu bergantung pada masa pengiriman.

Jika pengiriman berlangsung pada bulan ini maka tentu konsumen bakal mendapat diskon tersebut. Sebaliknya, jika pengirimannya mundur maka konsumen berpotensi untuk merogoh kocek lebih.

"Mesti dipastikan unitnya dulu, misalnya tipe dan warna apa. Sampai akhir Desember masih dapat relaksasi 100%," kata wiraniaga Mitsubishi kepada CNBC Indonesia, Senin (6/12/21).


Sayangnya, belum tentu pihak diler bisa mengirim semua pesanan hingga akhir tahun ini. Cepat atau lambatnya pengiriman sangat bergantung pada ketersediaan stok. Jika stok kosong, maka konsumen harus menunggu pabrikan berproduksi sehingga membutuhkan waktu lebih lama.

Jika sudah demikian, konsumen perlu merogoh kocek lebih karena relaksasi PPnBM hanya berlangsung hingga akhir tahun ini.

"Kalau unit kosong, ternyata delivery Januari, harganya nggak mengikat karena NIK 2022 pasti ada kenaikan harga. Kalau PPnBM masih diperpanjang 100%, potongannya sama, selisih di BBN (Bea Balik Nama) aja, kecuali di Januari PPnBM jadi 50% otomatis berkurang jadi ikutin harga di Januari," katanya.

Pemerintah memiliki opsi untuk memperpanjang relaksasi PPnBM di tahun depan. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa kebijakan itu masih jadi pembahasan.

"Bapak Presiden menyampaikan bahwa program PPnBM yang akan berakhir sampai tahun 2021 Desember ini bisa saja. Jangan ditulis pasti. Bisa saja dievaluasi oleh pemerintah (untuk diperpanjang) bisa saja," katanya pada ajang GIIAS 2021 pertengahan bulan lalu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Diskon PPnBM 100% Berlanjut, Ada Refund Buat yang Udah Bayar


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading