Kelola Hutan di Papua, Melchor Group Teken MoU dengan Medco

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
03 December 2021 15:26
Gunung Emasa Wabu. (Dok: via google earth )

Jakarta, CNBC Indonesia - Melchor Group (PT Melchor Tiara Pratama) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) dengan Medco Group pada 1 Desember 2021.

Kerja sama ini dilakukan seiring telah dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) No. 98 tahun 2021 yang ditandatangani Presiden dan diundangkan pada 29 Oktober 2021 tentang penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon dan penetapan Capaian Target Kontribusi Nasional dalam pengendalian emisi gas rumah kaca (GRK).

Adapun penandatanganan tersebut merupakan kesepakatan pengelolaan hutan mineral seluas 180.000 hektar yang berlokasi di Pulau Papua, yang akan diverifikasi kemampuan serapan karbonnya, penelitian teknis dengan membuat studi uji kelayakan sesuai standar internasional, dan juga melalui pendanaan ekonomi baru secara digital melalui teknologi ROXI yang sedang dalam tahap penyelesaian di dalam grup perusahaan Melchor.


Teknologi ROXI berbasis teknologi blockchain, maka perhitungan potensi karbon tersebut akan menjadi salah satu yang pertama di Indonesia, bahkan di dunia oleh karena teknologi tersebut berbasis aset yang ada nilainya.

Penandatangan MoU tersebut dilakukan oleh Rudi Poespoprodjo selaku Direktur Utama PT Melchor Tiara Pratama dan Hilmi Panigoro sebagai pimpinan Medco Group.

Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Arifin Panigoro, pendiri Medco Group, dan Peter Gontha sebagai pendiri Melchor Group yang bersama ingin mewujudkan komitmen Indonesia yang telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo di depan para pimpinan dunia pada konferensi iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia.

Melchor Group Tandatangani MoU Dengan Medco Group untuk Pengelolaan Hutan di Papua. (Tangkapan layar)Foto: Melchor Group Tandatangani MoU Dengan Medco Group untuk Pengelolaan Hutan di Papua. (Tangkapan layar)
Melchor Group Tandatangani MoU Dengan Medco Group untuk Pengelolaan Hutan di Papua. (Tangkapan layar)

"Kita sebagai kalangan swasta terpanggil untuk ikut serta melihat capaian pemerintah Indonesia yang telah berhasil dan sangat sukses melestarikan alam dan lingkungan selama periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Bahkan Pak Jokowi sendiri sampai terjun langsung dalam penanaman bakau dan gambut," tutur Arifin.

"Dengan luasnya lahan hutan di Indonesia, lahan bakau, dan gambut terbesar di dunia yang bisa mencapai 70-120 juta hektar, maka inisiatif kami hanya merupakan bagian kecil daripada aktivitas yang harus dikerjakan untuk memenuhi komitmen Presiden kepada dunia dan terutama pengentasan kemiskinan. Kita mengharapkan banyak lagi perusahaan lain yang akan memulai inisiatif yang sama," paparnya.

Arifin menyatakan bahwa seluruh aktivitas ini tentunya akan memerlukan pendanaan yang tidak kecil untuk memenuhi ketentuan yang dapat diterima oleh industri besar berskala internasional yang diwajibkan secara mandatory melakukan offset emisi karbonnya sesuai kesepakatan COP.

Melchor Group telah memulai inisiatif pembicaraan dengan verifikator dan organisasi internasional nirlaba terkenal seperti Verra, yang berlokasi di Washington, dengan Gold Standard, serta dengan KPMG tanpa mengesampingkan ketentuan Standar Nasional Indonesia seperti yang selalu diamanatkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar.

KLHK mengharapkan bahwa segalanya harus dapat terwujud dengan tatanan yang baik, legal, serta keikutsertaan masyarakat adat dan penduduk di sekitar lingkungan hutan tersebut.

Melchor Group melakukan kegiatan-kegiatan restorasi dan penyerapan karbon melalui salah satu anak usahanya, PT Muller Karbon Kapital (MKK), pada lahan konsesi milik MKK.

Sebagai induk perusahaan, Melchor Group juga mengembangkan teknologi perhitungan serapan karbon (CO2) melalui PT Jejak Enviro Teknologi (Jejak.in) yang dikembangkan oleh putra-putri bangsa Indonesia dan merupakan teknologi pertama yang dikembangkan di Indonesia bahkan di dunia dengan memiliki basis data sekitar 15.700 jenis flora dan beribu jenis fauna.

PT Rantai Oxygen Indonesia (ROXI), anak perusahaan lain Melchor Group, membangun sistem pendanaan terintegrasi dan juga pencatatan sertifikasi serapan karbon dari lahan hutan, mangrove, maupun gambut, dengan mekanisme berbasis blockchain.

Melchor Group bersama Medco Group menegaskan komitmen untuk mewujudkan sinergi baru dalam upaya Indonesia menghadapi perubahan iklim.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pendiri Grup Medco, Arifin Panigoro Meninggal Dunia


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading