Gak Cuma PLN, Industri Semen Cs Juga Diminta Setop Batu Bara!

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
02 December 2021 14:55
Produksi Semen Gresik, PT Semen Indonesia (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Transisi energi membuat pemakaian energi fosil, khususnya batu bara semakin ditinggalkan. Pemerintah tidak hanya mendorong PT PLN (Persero) untuk segera menyudahi pemakaian batu bara, namun juga bagi industri lainnya, seperti industri semen, industri kertas, dan lainnya.

Seperti diketahui, sejumlah industri juga saat ini masih menggunakan batu bara sebagai bahan bakar mesinnya. Ke depan, diharapkan batu bara bagi industri ini akan digantikan dengan listrik.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wanhar.


"Juga akan kurangi emisi, di pabrik semen atau di pabrik kertas, akan gunakan listrik untuk steam-nya," paparnya dalam webinar, Kamis (02/12/2021).

Dia menjelaskan, berdasarkan peta jalan netral karbon atau net zero emission, ada beberapa prinsip yang digunakan.

Misalnya, memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan. Jika energi terbarukan saja dinilai tidak cukup, maka akan diimbangi dari energi lain seperti nuklir dan hidrogen cair.

"Emisinya relatif lebih rendah, dan akan kurangi energi fosil. Kita gunakan co-firing sebagai aksi mitigasi. Agak ekstrim, pensiunkan bahkan early retirement (PLTU), ini akan dihadapi di tahun-tahun ke depan," paparnya.

Selain itu, menurutnya upaya lain untuk mengurangi emisi karbon yaitu melalui pajak karbon (carbon tax) dan perdagangan karbon (carbon trading).

"Tahun 2045 kWh per kapita tinggi akan gunakan kendaraan listrik. Akan naikkan konsumsi listrik dan ini akan baik kurangi polusi dan emisi juga," ucapnya.

Peta jalan lain dalam menekan emisi karbon menurutnya adalah pemanfaatan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).

"Kita punya potensi tempat penyimpanan CO2 baik di darat dan di bawah laut. Storage-storage bekas pengembangan migas," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kiamat PLTU Kian Dekat, Ini Tahapan RI Menuju Netral Karbon


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading