Banyak PNS Gagal Jadi Eselon I karena Radikalisme & Narkoba!

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
01 December 2021 14:15
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo (CNBC Indonesia/Chandra Gian Asmara)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menegaskan bahwa tantangan menjadi aparatur sipil negara (ASN) tidaklah mudah.

Berbicara dalam Seminar Reformasi Birokrasi dan Penandatanganan Butir Komitmen Kepala Daerah, Tjahjo mengatakan tantangan ASN ke depan semakin berat dan kompleks.

"Pertama radikalisme, terorisme," kata Tjahjo secara virtual, Rabu (1/12/2021).


Tjahjo mengaku pusing lantaran selama dua tahun menjabat sebagai MenPANRB kerap kali menemukan masalah ASN yang terkena kasus radikalisme.

"Dalam sidang TPA [tes potensi akademik] hampir di atas 16 calon eselon I yang profesor, dokter, dari bawah naik ikut TPA gagal jadi eselon I karena kelakuan istrinya atau suaminya," katanya.

"Istrinya kalau malam buka medos, tokoh radikalisme, tokoh teroris, gagal. Yang berbau radikalisme itu ancaman bangsa," jelasnya.

Tak hanya radikalisme, Tjahjo menegaskan banyak pula para abdi negara yang diberhentikan tidak hormat lantaran tersandung kasus penggunaan obat terlarang.

"Tiap bulan kami berhentikan ASN, merehabilitasi ASN pengguna narkoba. Pengguna, pengedar pecat. Ini hampir tiap bulan selalu muncul," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Instruksi Khusus Tjahjo untuk Para PNS, Catat ya!


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading