Internasional

Perhatian! WHO Beri Peringatan Terbaru soal Omicron

News - Thea Fathanah Arbrar, CNBC Indonesia
30 November 2021 09:06
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi peringatan terbaru soal varian virus corona (Covid-19) Omicron. Varian itu kemungkinan akan menyebar lebih jauh, menimbulkan risiko global yang sangat tinggi dan memiliki "konsekuensi parah" untuk beberapa daerah.

"Mengingat mutasi ini memiliki potensi kekebalan dan kemungkinan penularan massif, ada kemungkinan potensi penyebaran Omicron lebih lanjut di tingkat global tinggi," kata WHO dalam penilaian risikonya dalam penjelasan teknis kepada 194 negara anggotanya, mengutip AFP, Senin (29/11/2021).




"Bergantung pada karakteristik ini, mungkin ada lonjakan Covid-19 di masa depan, yang dapat memiliki konsekuensi parah, tergantung pada sejumlah faktor termasuk di mana lonjakan dapat terjadi. Risiko global secara keseluruhan terkait dengan VOC (varian of interest) baru Omicron dinilai sangat tinggi."

Dikatakan dalam laporan itu, varian yang ditemukan di Afrika Selatan (Afsel) itu merupakan strain yang sangat berbeda dengan jumlah mutasi tinggi. Namun tak ada kepastian dan masih banyak ketidaktahuan soal ini.

Para ahli tak tahu seberapa menular varian itu dan apakah ada peningkatan infeksi terkait dengan hal itu. Ahli juga masih tidak pasti tentang seberapa baik vaksin melindungi terhadap infeksi, penularan dan penyakit klinis di berbagai tingkat keparahan dan kematian.

WHO mengatakan butuh wake berminggu-minggu untuk memahami bagaimana varian tersebut dapat memengaruhi diagnostik, terapi dan vaksin. Namun bukti awal menunjukkan varian ini bisa menginfeksi ulang.

Omicron diyakini muncul pertama kali di Bostwana. Namun berkembang di komunitas di Afrika Selatan (Afsel).

Di luar Afrika, kasus ditemukan di sejumlah negara misal Inggris, Prancis, Israel, Belgia, Belanda, Jerman, Italia , Australia, Kanada, dan Hong Kong. Sejumlah negara melakukan pembatasan lalu lintas international karena ini.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

WHO: Terlalu Dini Sebut Omicron Berbahaya


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading