Ambisi 35 GW PLTN RI, Butuh Pembangkit Berapa Banyak?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
26 November 2021 13:20
Pembangkit listrik tenaga nuklir UEA. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah punya ambisi membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pada 2060 dengan kapasitas 35 Giga Watt (GW) dari total kapasitas pembangkit nasional yang diproyeksikan mencapai 587 GW.

Djarot Sulistio Wisnubroto, Peneliti Senior Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), menjelaskan bahwa pembangunan per satu unit pembangkit nuklir ini bisa diasumsikan kapasitasnya sebesar 1 GW. Artinya, untuk membangun 35 GW PLTN, kurang lebih butuh 35 unit pembangkit dibangun.

"Asumsikan secara mudah demikian per 1 PLTN dengan daya 1 GW," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (26/11/2021).


Namun, jumlah pembangkit ini bisa kurang dari 35 unit jika satu pembangkitnya memiliki kapasitas sebesar 1,4 GW, sehingga cukup dengan membangun sebanyak 25 pembangkit. Dengan kapasitas yang lebih besar ini mestinya pembangunan bisa lebih cepat lagi.

"Namun kalau memilih 1.400 MW, maka jumlah PLTN menjadi 25. Dan mestinya akan lebih cepat lagi," lanjutnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dengan total kapasitas pembangkit yang besar ini, maka diperlukan pembangunan di beberapa lokasi yang potensi gempanya minim dan juga tidak rawan tsunami.

"Mungkin beberapa lokasi yang potensi gempa dan tsunami rendah, seperti Kalimantan, Bangka, dan mungkin Jepara," tuturnya.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara bakal dipensiunkan secara bertahap hingga 2060 mendatang. Ini sebagai upaya pemerintah menuju netral karbon pada 2060. Pembangkit nuklir akan menjadi salah satu sumber yang menggantikan pembangkit listrik berbasis batu bara ini.

Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Tata Kelola Mineral dan Batu Bara (Minerba) Irwandy Arif menyebut, PLTN ditargetkan akan mulai beroperasi di Indonesia pada 2049.

"Untuk menjaga keandalan sistem, di tahun 2060 PLTN mencapai 35 GW," kutip bahan paparannya dalam acara 'Indonesia Energy and Coal Business Summit', Kamis (18/11/2021).

Rencana pembangunan PLTN sebelumnya juga disampaikan oleh Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Chrisnawan Anditya. Menurutnya RI akan membangun PLTN setelah tahun 2035.

"Beyond 2035, time frame-nya adalah bagaimana kita bisa mengembangkan energi nuklir," paparnya dalam Bincang-Bincang Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Jumat (23/07/2021).

Menurutnya, RI memiliki potensi dan sumber daya dalam pemanfaatan nuklir untuk kebutuhan pasokan listrik. Dia menyebut, berdasarkan laporan International Atomic Energy Agency (IAEA), dari 19 persyaratan membangun PLTN, tinggal tiga syarat lagi yang harus dipenuhi Indonesia.

"Kita memiliki potensi dan sumber daya. Dan berdasarkan laporan IAEA, dari 19 persyaratan, tinggal tiga persyaratan yang harus dipenuhi RI," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading