BI Cetak Surplus Rp 27 T Sampai Akhir 2021

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
25 November 2021 16:15
FILE PHOTO: The logo of Indonesia's central bank, Bank Indonesia, is seen on a window in the bank's lobby in Jakarta, Indonesia, September 22, 2016. REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD Foto: Ilustrasi Bank Indonesia (REUTERS/Iqro Rinaldi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) melaporkan realisasi anggaran Bank Indonesia sampai dengan September 2021 akan mengalami surplus sebesar Rp 21,11 triliun dan diperkirakan akan mencapai Rp 27,39 triliun sampai akhir tahun 2021.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Kamis (25/11/2021).


"Sampai September 2021, realisasi mengalami surplus Rp 21,117 triliun dan diprognosakan mencapai Rp 27,394 triliun pada akhir tahun ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Perry menjelaskan, anggaran operasional pada 2021 akan mengalami surplus hingga Rp 16,94 triliun, sedangkan anggaran untuk kebijakan mengalami surplus hingga Rp 10,4 triliun pada akhir tahun 2021.

Adapun, sampai dengan September 2021, realisasi penerimaan operasional BI telah mencapai Rp 21,69 triliun atau telah mencapai 78,11% dari anggaran tahunan BI 2021 yang mencapai Rp 27,69 triliun.

"Dan diprogonosakan akan mencapai 102,8% pada akhir tahun atau sebesar Rp 28,45 triliun," jelas Perry.

Kemudian, realisasi penerimaan hasil pengelolaan aset valas, kata Perry telah mencapai Rp 21,63 triliun atau 78,11% dari ATBI 2021 dan diprognaskan akan mencapai 102,75%, sejalan dengan upaya optimalisasi pengelolaan cadangan devisa yang terus dilakukan BI.

Perry juga merinci, realisasi anggaran operasional BI sampai dengan September 2021 telah mencapai Rp 7,6 triliun atau mencapai 57,26% dari ATBI 2021 dan sampai akhir 2021 akan terealisasi hingga 94,81%.

Kemudian realisasi pengeluaran terbesar, kata Perry dipergunakan untuk gaji dan penghasilan lainnya yang tercatat sebesar Rp 2,9 triliun atau setara 72,85% dari ATBI 2021 dan diperkirakan hingga akhir 2021 mencapai 96,38%.

"Logistik Rp 1,1 triliun atau 72,10% dari ATBI 2021, prognosa akan mencapai 100%," tutur Perry.

Sementara itu, pada program sosial BI dan pemberdayaan sektor rill dan UMKM, hingga September 2021 mencapai Rp 518 miliar atau setara dengan 55,38% dari ATBI 2021.

"Tapi kami optimis realisasi pos tersebut sampai akhir 2021 mencapai 97,74% melalui strategi refocusing anggaran untuk mendukung penanganan dan pemulihan dampak Covid-19," jelas Perry melanjutkan.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading