Internasional

Hampir 80% Warga Divaksin, di Korsel Ada Ledakan Corona Lagi

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
24 November 2021 20:50
Korsel memberlakukan denda 10 ribu won bagi orang yang tidak mengenakan masker di tempat umum. (AP/Ahn Young-joon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus infeksi di Korea Selatan (Korsel) kembali melonjak. Negeri Ginseng tersebut mencatat rekor harian baru 4.116 kasus harian virus corona per Selasa (23/11/2021).

Kenaikan kasus muncul saat Korsel mulai menjalankan rencana "hidup dengan Covid-19" sejak awal November. Rencana ini bertujuan untuk mencabut aturan jarak (social distancing) dan akhirnya membuka kembali negara setelah mencapai tujuan vaksinasi Oktober lalu.

Perdana Menteri Kim Boo-kyum mengatakan situasi di wilayah metropolitan Seoul cukup kritis untuk memberlakukan rencana darurat kapan saja, sebagaimana dilaporkan Channel News Asia (CNA).


Kim meminta otoritas kesehatan untuk mengklasifikasikan pasien berdasarkan tingkat keparahan gejala dan menggunakan pilihan pengobatan sendiri untuk kasus ringan atau tanpa gejala. Di sisi lain kurang dari 20% merawat diri mereka sendiri di rumah minggu lalu.

Sementara Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengatakan rencana darurat dapat diberlakukan jika dan ketika kapasitas tempat tidur ICU nasional melebihi 75%.

Sejak Selasa malam, rumah sakit di Korsel merawat 586 pasien Covid-19 yang parah. Pasien-pasien baru ini cepat mengisi tempat tidur rumah sakit yang terbatas. Lebih dari 85% dari mereka berusia 60 tahun ke atas.

Setidaknya 69% tempat tidur ICU terisi secara nasional, 83% di ibu kota Seoul dan daerah sekitarnya saja. Ini terjadi berkat otoritas kesehatan yang bergegas mengamankan lebih banyak tempat tidur mengeluarkan perintah administratif.

Meskipun angka rawat inap meningkat, angka kematian di negara ini masih relatif rendah, yaitu 0,79%.

Korea Selatan adalah salah satu negara pertama yang mencatat kasus virus corona baru setelah muncul di China pada akhir 2019. Sejak itu Korsel memiliki total 425.065 infeksi, dengan 3.363 kematian hingga kini.

Negara ini juga telah sepenuhnya memvaksinasi 79,% dari 52 juta penduduknya, sementara hanya 4,1% yang telah diberi dosis booster.


[Gambas:Video CNBC]

(tfa/tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading