Internasional

'Kiamat' Babi AS Nyebar ke Mana-mana, Ini Buktinya!

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
21 November 2021 14:00
Ilustrasi babi. (Dok: Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan tajam harga daging babi di Amerika Serikat (AS) rupanya telah menyebar kekomditas lainnya. Kali ini, lonjakan kenaikan harga juga menjalar ke semua daging.

Data terbaru Biro Statistik Tenaga Kerja memaparkan harga daging sapi dan daging sapi muda meningkat 20,1% antara Oktober 2020 dan Oktober 2021. Ini jauh melampaui kenaikan harga daging babi, yang 14,1% lebih mahal saat ini dibandingkan tahun lalu.


Selain daging sapi, daging ayam juga naik 8,8%. belum lagi makanan laut yang naik 11% dan telur yang naik 11,6%.

"Daging adalah bahan utama kami,' kata seorang pengusaha BBQ di South Carolina, Rodney Scott, dikutip dari CNN International, Minggu (21/11/2021).

"Semua harga protein mengalami kenaikan dan ini mempengaruhi bisnis."

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan ini. Salah satunya dapat ditelusuri kembali ke tahun 2020, ketika Covid-19 menutup pabrik produksi dan melumpuhkan kemampuan produksi daging nasional.

Perlambatan tersebut membuat para petani tidak punya tempat untuk mengirim daging sapi mereka. Ini mengakibatkan mereka memusnahkan sapi dan ternak lainnya.

Dengan ketidakpastian tentang masa depan, para petani mengurangi produksi mereka pada saat itu. Pengurangan ini dapat mempengaruhi produksi lebih dari satu tahun hingga setengah tahun ke depan.

Pada saat yang sama, fasilitas pemrosesan sedang mengatasi kekurangan tenaga kerja yang mengurangi kapasitas mereka untuk memproses daging pada waktu yang sama seperti sebelum pandemi. Penurunan produksi ini terjadi karena kembali naiknya permintaan daging sapi dari konsumen dan restoran, sehingga memaksa harga menjadi lebih tinggi.

Selain itu, untuk daging babi, kenaikan tajam ini 

merupakan turunan dari aturan kesejahteraan hewan yang berlaku di California. Negara bagian terpadat AS, yang juga merupakan pasar daging babi terbesar di negara itu, berencana untuk menerapkan peraturan yang mengharuskan induk babi masing-masing diberi ruang setidaknya 24 kaki persegi dalam kandangnya.

"Pada umumnya, akan ada dampak jangka panjang dari ini, apa pun yang terjadi," kata Trey Malone, asisten profesor di Departemen Pertanian, Pangan, dan Ekonomi Sumber Daya Michigan State University.

Sebelumnya induk babi yang hamil hanya ditempatkan dalam kandang berukuran berukuran 7 kali 2 kaki. Kandang ini dapat memberi ruang untuk induk babi itu makan, berdiri, duduk, dan berbaring. Namun babi yang hamil tidak memiliki ruang untuk berjalan, bergerak bebas, bersosialisasi, dan berbalik. Itu dianggap kejam.

Gedung Putih sendiri merilis pengakuan singkat bahwa Presiden AS Joe Biden memahami bahwa keluarga AS telah menghadapi harga yang lebih tinggi di toko kelontong. Meskipun laporan tersebut mengakui masalah penawaran dan permintaan sebagai faktor yang menyebabkan harga naik, namun empat konglomerat besar AS yang menguasai 82% produksi daging sapi nasional dibandingkan dengan 25% pada tahun 1977, juga disalahkan.

Kurangnya persaingan telah mengakibatkan harga melonjak setinggi langit dan juga mencatat keuntungan bagi mereka sendiri. Pemerintah Biden telah berjanji untuk menegakkan undang-undang anti monopoli untuk memerangi praktek anti-persaingan di industri daging.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Biden Pening! AS Diserang 'Kiamat Babi', Default & Resesi


(tps/tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading