China dan Filipina Panas di LCS, Biden Siap Turun Tangan

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
19 November 2021 20:39
Biden gelar pesta di gedung putih. (AP/Patrick Semansky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) buka suara mengenai ketegangan China dan Filipina di Laut China Selatan (LCS). Negara pimpinan Presiden Joe Biden itu menuduh China melakukan eskalasi di wilayah itu dan mengancam akan melakukan langkah-langkah lanjutan.

Mengutip AFP, juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan AS akan tetap melindungi Filipina sebagai sekutunya. Ini beririsan dengan perjanjian AS-Filipina 1951 di mana Washington berkewajiban untuk membela sekutunya.

"AS berdiri bersama sekutu kami, Filipina, dalam menghadapi eskalasi yang secara langsung mengancam perdamaian dan stabilitas regional," katanya di Abuja, tempat Menteri Luar Negeri Antony Blinken berkunjung pada Jumat, (19/11/2021).


"Tindakan itu meningkatkan ketegangan regional, melanggar kebebasan navigasi di Laut China Selatan sebagaimana dijamin di bawah hukum internasional dan merusak tatanan internasional berbasis aturan."

Sebelumnya Penjaga pantai China dilaporkan memblokir dan menembakkan Meriam air ke kapal Manila saat mereka hendak menuju Second Thomas Soal di Kepulauan Spratly. Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin mengatakan sangat marah dan telah melontarkan kecaman dan protes.

"Untungnya, tidak ada yang terluka. Tetapi kapal kami harus membatalkan misi mereka," kata Teodoro Locsin di Twitter, dikutip dari AFP.

Sementara itu, China membela tindakannya dengan mengatakan bahwa mereka bertindak untuk "menjaga kedaulatan China". Beijing juga bersikukuh bahwa Kepulauan Spratly masih merupakan bagian integral kedaulatannya.

China mengklaim hampir seluruh LCS, laut yang dilalui perdagangan triliunan dolar setiap tahun, sebagai teritorinya. Bukan cuma Filipina, ini juga membuatnya panas dengan Brunei, Malaysia, Taiwan dan Vietnam.

Sebenarnya pengadilan internasional 2016 telah menyatakan klaim historis China tak berdasar. Namun pengabaian dilakukan negara itu.


[Gambas:Video CNBC]

(tps/tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading