Erick Bicara Peran Besar BRI & TKI yang Terjerat Lintah Darat

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
19 November 2021 19:50
Menteri BUMN, Erick Thohir saat Konferensi Pers tentang Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) Ivermectin. (Dok. Kementerian BUMN) (Dok. Kementerian BUMN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menekankan fungsi BUMN sebagai lokomotif perekonomian sekaligus penjaga keseimbangan pasar dari sisi penugasan. Hal itu tidak bisa dilakukan oleh pihak swasta.

Erik mencontohkan klaster Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) sebagai public service obligation mendukung program pemerintah, seperti bansos hingga restrukturisasi UMKM saat pandemi Covid-19. Namun, di saat yang sama, Himbara tetap harus menjadi lokomotif perekonomian yang kuat.

"Makanya kita gabungkan BRI, PNM dan Pegadaian. Toh kalau kita bench mark dengan Malaysia dan Thailand bahwa pembiayaan perbankan di sana 50% untuk UMKM. Di Indonesia baru 20% tapi lokomotifnya harus ada," katanya dalam Digital Technopreneur Fest & Socio Technopreneur Campus 2021, Jumat (19/11/2021).


Oleh karena itu, lanjut Erick, BRI diciptakan untuk menjadi lokomotif itu.

Pendiri Mahaka Media itu bercerita sejak awal dia tidak mau BRI menjadi bank korporasi dengan tingkat pinjaman mencapai 40%, namun saat ini sudah tinggal 18%.

"Karena bank korporasi sudah ada Mandiri, kenapa harus lari ke BRI. Sama seperti lokomotif untuk ekspor kita tugaskan BNI. BNI itu mengawasi diaspora kita di luar negeri dan mengawal tenaga migran," katanya.

Erick mengatakan selama ini tenaga migran ini tidak terlindungi di luar negeri. Dari total 9 juta, sebanyak 5 juta di antaranya merupakan status ilegal.

"Ketika terjadi apa-apa tidak ada proteksi hukum. Sehingga mereka harus meminjam duit ke lintah darat," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(emy/emy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading