Menkes Klaim Herd Immunity Sudah tak Relevan Lagi, Alasannya?

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
18 November 2021 13:10
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat Konfrensi Pers Kedatangan Vaksin Covid-19 Tahap 2, Bandara Soekarno Hatta, 31 Desember 2020. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kalau herd immunity atau kekebalan kelompok sudah tidak relevan dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Hal itu diungkapkan BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin, dalam acara

"Saya nanya orang ahli epidemiolog mereka bilang herd immunity sudah tidak relevan karena ada hitungannya," katanya dalam Kompas100 CEO Forum, Kamis (18/11/2021).

BGS menjelaskan, dari perhitungan menggunakan rumus perhitungan herd immunity, ternyata efikasi vaksin terhadap varian delta menurun. Dia menjelaskan R0 (angka reproduksi) potensi penularan penyakit dari Wuhan itu 2-2,5, Spanish flu 1,8, sementara varian delta mencapai 5-8.

"Kalau efikasi vaksin paling tinggi itu 90% kan dengan varian delta jadi tinggal 60%. Jadi bukan bicara herd immunity tapi bicara imunitas komunal saja," ujar BGS.

Ia menjelaskan imunitas komunal adalah kombinasi imunitas alami tubuh manusia terhadap penyakit dengan imunitas dari vaksin. Imunitas alami dari Covid-19 bisa didapat setelah menjadi penyintas Covid-19.

"Jadi herd immunity tidak relevan lagi, yang penting imunitas komunal. Jadi imunitas komunal ini tambahan imunitas dari orang yang sudah kena ditambah suntikan vaksin," katanya.

Mantan Dirut Bank Mandiri ini mengatakan, sekarang sero survei atau tes darah yang memeriksa antibodi berjalan di seluruh Indonesia 1.000 desa di 34 provinsi. Uji itu diharapkan dapat selesai pada bulan Desember.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Menkes BGS: Beberapa Hari ini akan Ada Lonjakan Kasus Covid


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading