Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut varian Delta menjadi varian virus yang paling mendominasi sebaran kasus di dunia.
Berdasarkan catatan WHO, varian yang pertama kali terdeteksi di India kurang dari satu tahun lalu itu menyumbang 99 kasus Covid-19 di seluruh antero dunia.
"Delta benar-benar yang dominan," kata Maria Van Kerkhove, Pimpinan Teknis WHO dikutip CNBC International, Kamis (18/11/2201).
Van Kerkhove mengatakan hingga 900 ribu kasus Covid-19 yang ditemukan di seluruh dunia dalam 60 hari terakhir berkaitan dengan strain Delta.
"Ada dua varian yang menarik [Wu dan Lambda] yang telah kami lacak juga. Tetapi sekali lagi, di mana Delta hadir, Delta yang mengambil alih," katanya.
Pernyataan Van Kerkhove ini muncul di tengah kasus Covid-19 yang melonjak di Eropa. Ia mengatakan saat ini Eropa mewakili lebih dari setengah dari 50 ribu kasus kematian global akibat COVID-19 pada pekan lalu.
Kasusnya meningkat sebesar 5% dalam kematian di seluruh benua. Tak hanya di Eropa, Van Kerkhove juga mengatakan kasus kematian ini juga meningkat selama empat minggu terakhir di seluruh dunia.
"Pandemi sedang menuju ke arah yang salah saat ini," kata dia.
Pada awal pekan ini, data terbaru Kementerian Kesehatan menunjukkan varian Delta menjadi yang paling banyak ditemukan di Indonesia sebanyak 4.732 kasus.
Kemudian, disusul oleh varian Alpha sebanyak 76 kasus dan varian Beta sebanyak 22 kasus. Angka ini meningkat 719 kasus dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
DKI jakarta menjadi salah satu provinsi dengan sebaran tertinggi varian Delta di Indonesia sebanyak 1.278 kasus, disusul oleh Jawa Barat sebanyak 757 kasus, dan Kalimantan Timur sebanyak 393 kasus.
Berikut sebaran kasus varian Covid-19 di Indonesia:
Varian Delta 4.732 Kasus
Sumatera Utara: 150 kasus Sumatera Barat: 75 kasus Sumatera Selatan: 59 kasus Aceh: 54 kasus Bengkulu: 22 kasus Riau: 58 kasus Lampung: 6 kasus Jambi: 195 kasus Kepulauan Riau: 52 kasus Kepulauan Bangka Belitung: 43 kasus Banten: 29 kasus Jawa Barat: 757 kasus DKI Jakarta: 1.278 kasus DI Yogyakarta: 67 kasus Jawa Timur: 85 kasus Jawa Tengah: 309 kasus Bali: 134 kasus Nusa Tenggara Barat: 66 kasus Nusa Tenggara Timur: 102 kasus Kalimantan Tengah: 3 kasus Kalimantan Timur: 393 kasus Kalimantan Utara: 70 kasus Kalimantan Barat: 56 kasus Kalimantan Selatan: 126 kasus Sulawesi Selatan: 24 kasus Sulawesi Barat: 40 kasus Sulawesi Utara: 186 kasus Sulawesi Tengah: 66 kasus Sulawesi Tenggara: 20 kasus Gorontalo: 29 kasus Maluku: 43 kasus Maluku Utara: 43 kasus Papua: 53 kasus Papua Barat: 39 kasus
Varian Alpha 76 kasus
Sumatera Utara: 2 kasus Riau: 1 kasus Sumatera Selatan: 1 kasus Lampung: 1 kasus Kepulauan Riau: 7 kasus DKI Jakarta: 37 kasus Jawa Barat: 20 kasus Jawa Timur: 4 kasus Jawa Tengah: 1 kasus Kalimantan Selatan: 1 kasus Bali: 1 kasus
Varian Beta 22 kasus
Jawa Barat: 3 kasus DKI Jakarta: 12 kasus Jawa Timur: 6 kasus Bali: 1 kasus