Aturan Baru Eropa, Sawit Cs Hasil Babat Hutan Dilarang Masuk!

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
17 November 2021 20:58
Bare trees stand in a destroyed forest near the Kemerkoy Power Plant, a coal-fueled power plant, in Milas, Mugla in southwest Turkey, Thursday, Aug. 5, 2021. A wildfire reached the compound of a coal-fueled power plant in southwest Turkey and forced evacuations by boats and cars. (AP Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Uni Eropa (UE) memutuskan untuk melarang impor makanan dan kayu dari wilayah-wilayah yang mengalami deforestasi atau pembabatan hutan. Langkah ini untuk memastikan kelestarian alam dan kehidupan manusia di masa mendatang.

Mengutip AFP, manuver yang disepakati pada Rabu (17/11/2021) itu mengharuskan perusahaan kedelai, daging sapi, minyak sawit, kakao, kopi, dan produk kayu wajib mendapatkan sertifikat "bebas deforestasi" sebelum melakukan ekspor ke Benua Biru.

Untuk memperoleh sertifikat itu, dua kriteria harus dipenuhi. Kriteria tersebut adalah sesuai dengan hukum negara asal dan juga tidak diproduksi di lahan yang terdeforestasi.


"Proposal ini benar-benar terobosan," komisaris UE untuk kebijakan aksi iklim, Virginijus Sinkevicius, mengatakan pada konferensi media.

"Ini menargetkan tidak hanya deforestasi ilegal tetapi juga deforestasi yang didorong oleh ekspansi pertanian," katanya.

Sementara itu, UE juga sedang menggarap aturan tentang pengelolaan limbah dan peningkatan kesehatan tanah. Strategi tanah bertujuan untuk mendapatkan ekosistem tanah yang sehat pada tahun 2050.

"Inisiatif ini menunjukkan bahwa Uni Eropa serius tentang transisi hijau dan terus bergerak maju," kata Wakil Presiden Komisi yang bertanggung jawab mengawasi Kesepakatan Hijau Uni Eropa, Frans Timmermans.

Larangan impor ini sendiri diprediksi akan memukul negara-negara seperti Brasil. UE sendiri dilaporkan resah atas penghancuran hutan hujan Amazon di negara itu oleh peternak sapi. Ini sempat menghambat perjanjian perdagangan UE-Mercosur.

Kelompok perlindungan lingkungan WWF mengatakan pasar UE yang besar bertanggung jawab atas 16% deforestasi global yang terkait dengan perdagangan internasional. Dengan adanya peraturan ini, organisasi itu menyebut bahwa ini merupakan langkah awal yang baik namun masih perlu langkah-langkah lanjutan untuk benar-benar mengurangi deforestasi

"Langkah itu masih belum cukup jauh," ujar lembaga itu


[Gambas:Video CNBC]

(tps/tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading