Internasional

Bukan Cuma Singapura, Daftar Negara Bebas Karantina Warga RI

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
16 November 2021 14:50
People talk as the fountain at Trafalgar is illuminated to signify a

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak negara yang mulai membuka perbatasan mereka untuk membiarkan banyak pelancong kembali datang. Tidak sedikit juga yang bahkan membebaskan karantina untuk pelancong dari negara tertentu.

Berikut daftar negara yang bebaskan karantina bagi pelancong dari RI, sebagaimana dihimpun CNBC Indonesia dari berbagai sumber.


Inggris

Pemerintah Inggris memutuskan untuk mencabut Indonesia dari daftar merahnya mengenai pandemi Covid-19. Dengan adanya pencabutan ini, Warga Negara Indonesia (WNI) bisa bebas berwisata ke Negeri Ratu Elizabeth itu tanpa karantina.

Menurut pernyataan resmi Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di Jakarta, peraturan bebas masuk itu sudah mulai berlaku pada 11 Oktober. Namun peraturan bebas karantina itu hanya akan berlaku pada pendatang yang telah divaksin lengkap.

"Diumumkan bahwa Indonesia adalah 1 dari 37 negara baru, yang akan diakui sertifikat vaksinnya oleh Inggris," ujar Kedubes dalam akun Facebook resminya.

Untuk syarat telah divaksin, Inggris hanya akan mengakui penggunaan empat merek vaksin, yakni Astrazeneca, Pfizer, Moderna, atau Janssen. Apabila pelancong menggunakan vaksin di luar empat merek itu, maka dianggap dalam kategori belum divaksin.

Selain itu untuk ketibaan, penumpang yang telah divaksin harus melengkapi persyaratannya dengan melakukan beberapa tes uji Covid-19. Sementara itu, untuk yang tidak mendapatkan vaksin-vaksin itu ataupun belum divaksin diharuskan untuk menjalani karantina selama 10 hari sesuai protokol yang ada.

Thailand

Thailand sudah menambahkan daftar negara yang bebas masuk wilayah mereka tanpa karantina. Dari semula hanya 46 negara, kini totalnya terus bertambah menjadi 63 negara, termasuk Indonesia.

Mulai awal November, Indonesia dan puluhan negara dalam daftar tersebut bebas masuk ke wilayah mereka jika sudah divaksinasi lengkap dengan jenis vaksin yang 'diakui' Kementerian Kesehatan setempat. Pelancong setidaknya sudah divaksinasi 14 hari sebelum keberangkatan.

Sementara persyaratan karantina masih akan diterapkan bagi mereka yang bepergian dari negara-negara yang tidak termasuk dalam daftar. Para pelancong harus tinggal di negara dan wilayah yang memenuhi syarat selama setidaknya 21 hari berturut-turut dan perlu mengikuti tes RT-PCR dalam waktu 72 jam setelah bepergian ke Thailand.

Setibanya di Thailand, mereka juga perlu mengikuti tes RT-PCR dan menunggu hasilnya di hotel yang disetujui selama satu malam atau sampai mereka menerima hasil tes negatif. Asuransi kesehatan dengan pertanggungan minimal US$ 50.000 atau sekitar Rp 707 juta (asumsi Rp 14.100/US$) juga wajib dimiliki.

Singapura

Pemerintah Singapura akan membuka akses skema Jalur Perjalanan Vaksin (VTL) kepada pelancong RI 29 November mendatang, memungkinkan pelancong asal Indonesia masuk ke negara itu tanpa karantina.

Syarat masuk Singapura tanpa karantina juga hampir sama dengan negara sebelumnya. Pelancong wajib vaksinasi lengkap sebelum setidaknya dia minggu sebelum kedatangan di Singapura.

Selain itu Mampu menunjukkan hasil tes PCR negatif sebelum keberangkatan atau Antigen Rapid Test (ART) dua hari sebelum keberangkatan ke Singapura. Tidak lupa menjalani tes PCR saat kedatangan di Singapura dan mengisolasi diri sambil menunggu rilis hasil tes.

Semua pengunjung dengan waktu singkat juga wajib memiliki asuransi medis terkait Covid-19 minimum SG$ 30.000. Pelancong bisa memilih asuransi yang basisnya di Singapura atau luar negeri.

Turki

Negara Erdogan ini juga sudah mengizinkan pelancong RI masuk tanpa karantina. Dihimpun dari situs tga.gov.tr, pelancong harus sudah divaksinasi lengkap dan tidak memiliki riwayat perjalanan ke negara tertentu dalam 14 hari sebelum perjalanan.

Namun tes PCR masih diperlukan. Karena pemeriksaan akan dilakukan acak.

Uni Emirat Arab (UEA)

Negara di Teluk ini juga sudah membuka bebas karantina bagi pelancong RI. Dikutip dari emirates.com awal Oktober 2021, pelancong harus memenuhi syarat, yakni memiliki surat hasil tes RT‑PCR negatif Covid‑19 yang dilakukan maksimal 72 jam sebelum keberangkatan dan harus dicetak dalam bahasa Inggris atau Arab.

Laporan hasil tes RT‑PCR juga harus berisi kode QR yang ditautkan ke laporan asli untuk keperluan verifikasi kepada Otoritas Kesehatan Dubai (DHA). Wisatawan juga wajib untuk menjalani tes PCR ulang ketika sampai di Dubai. Mereka juga wajib mengunduh Aplikasi Pintar Covid-19 - DXB Smart App di ponsel berbasis iOS‑Android.


[Gambas:Video CNBC]

(tfa/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading