Luhut Pantau Orang RI Lewat Google, FB dan NASA, Ini Hasilnya

News - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
16 November 2021 07:35
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat berkunjung ke Transmedia, Kamis  (19/7/2018). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melakukan sejumlah cara untuk penanganan dan pengendalian Covid-19. Termasuk dengan pendekatan teknologi dengan satelit, Google, dan Facebook memantau pergerakan dari kabupaten hingga kecamatan.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu, Indonesia sempat mengalami lonjakan kasus. Bahkan setiap harinya mendapatkan berita duka karena banyaknya kasus meninggal akibat Covid-19.

"Itu saja berita di hp semua berita duka berita susah, kita terus terang saya dengan tim dalam hal ini menangani dengan tim sangat tidak mudah," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara "UMKM Toba Vaganza", dikutip dari Kanal Jasa Keuangan milik OJK


Dia menjelaskan pihaknya menggunakan parameter teknologi dengan menggunakan NASA, NOAA, Google serta Facebook. Ini dilakukan sebagai cara melihat pergerakan di berbagai tepat. Dari data yang didapatkan itu, Luhut mengatakan menjadi cara membuat keputusan tentang Covid-19. Maklum Luhut merupakan Koordinator PPKM Jawa dan Bali.

"Kami menggunakan parameter teknologi yang kita gunakan, anak-anak muda di kantor saya. Jadi bagaimana kita menggunakan NASA, NOOA, Google dan Facebook untuk melihat pergerakan dari satelit semua kabupaten provinsi sampai ke tingkat kecamatan (untuk membuat pengaturan penanganan Covid-19)," jelasnya.

"Dari situ semua kita punya data. Dari data inilah kita membuat judgement dan membuat keputusan yang cukup akurat".

Dari hasil modelling yang dibuat pihaknya, dia mengatakan sampai di satu titik mobilitas harus dilakukan hingga -20. Meski begitu, dia mengatakan hal tersebut tak pernah tercapai sampai -15, mulai terlihat ada tanda, sebab dari hasil modelling dibuatkan model ekonomi.

Dia menegaskan keputusan yang dibuat beberapa waktu lalu semuanya menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan. Akan diketahui titik mana yang harus diperbaiki dan dengan cepat membuat keputusan.

"Jadi jangan bapak ibu kita kemarin pakai agak-agak. Semua scientific approach (pendekatan ilmiah). Dari situ kita tahu titik mana yang harus diperbaiki sehingga dengan cepat membuat proses pengambil keputusan," ucap Luhut.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading