Data Ini Bisa Jadi Tanda Ekonomi RI Pulih Lebih Cepat

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
15 November 2021 14:13
Karyawan merapikan manekin (patung busana) di Lippo Mal Puri Jakarta, Selasa (2/11/2021). Pemerintah mengumumkan, kini DKI Jakarta sudah menjadi wilayah kategori Level 1 dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Dengan status tersebut, mulai hari ini Selasa (2/11/2021) hingga 15 November 2021 maka aktivitas masyarakat kembali dilonggarkan. Aturan tersebut tertuang di dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2021 tentang pemberlakuan PPKM Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali yang diteken 1 November 2021. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Masyarakat Indonesia pada bulan Oktober 2021 semakin banyak yang melakukan aktivitas di luar rumah, sejalan dengan melandainya kasus Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan, pada September lalu aktivitas masyarakat di rumah tercatat pada level 6,3% dan pada Oktober turun menjadi 5%.

"Mobilitas dan aktivitas masyarakat di rumah sudah turun. Sebaliknya aktivitas di luar meningkat," ujarnya Senin (15/11/2021).


Dari data BPS, semua aktivitas di luar rumah mengalami peningkatan dibandingkan dengan September 2021.

Pertama, aktivitas di tempat perdagangan retail dan rekreasi pada September terkontraksi 1,9% dan pada Oktober meningkat tajam ke level 4,3%.

Kedua, aktivitas di tempat belanja kebutuhan sehari-hari. Pada September berada di level 20,5% dan Oktober naik menjadi 24,6%.

Ketiga, aktivitas di taman juga membaik secara signifikan. Pada September terkontraksi 7,9% dan pada Oktober membaik ke level 1,8%.

Keempat, aktivitas di tempat transit yang masih terkontraksi tapi masih lebih baik. Di September kontraksinya 27,5% dan pada Oktober menurun menjadi 19%.

Kelima, aktivitas di tempat kerja juga kontraksinya mengalami penurunan. Di September sebesar 15,9% dan pada Oktober hanya menjadi 12,3%.

"Di tempat kerja juga ada perbaikan [mobilitas] meski belum balik ke normal. Tapi sudah lebih baik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya," kata dia.

MeskipunĀ ada pelonggaran, ia menghimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab, mobilitas sangat berdampak pada pemulihan ekonomi sehingga penting untuk menjaga kenaikan kasus Covid-19 tidak lagi terjadi.

"Perbaikan [mobilitas] ini berdampak ke aktivitas ekonomi. Aktivitas penduduk bisa menjaga, maka pemulihan ekonomi bisa berjalan seperti yang diharapkan," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sabar! Ekonomi RI Masih Jauh Dari Kondisi Sebelum Covid


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading