Panas! China Beri Peringatan Keras Kepada AS Soal Isu Taiwan

News - Daniel Wiguna, CNBC Indonesia
14 November 2021 16:30
Chinese Foreign Minister Wang Yi is seen on a computer monitor at United Nations headquarters as he speaks during a virtual high-level meeting of the Security Council meeting on safeguarding international peace and security and global governance in the post-COVID-19 era happening during the 75th session of the United Nations General Assembly, Thursday, Sept. 24, 2020. (AP Photo/Mary Altaffer)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan antara China dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas. Kali ini, topik utama perdebatan kedua negara berkaitan dengan Waitan.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi memperingatkan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken untuk tidak "mengirim sinyal yang salah" kepada pasukan negara-negara sekutu yang disebut pro-kemerdekaan Taiwan. Peringatan itu disampaikan Wang Yi dalam pertemuan virtual dengan Blinken.

"Jika Amerika Serikat benar-benar ingin menjaga perdamaian di Selat Taiwan, ia harus dengan jelas dan tegas menentang setiap perilaku pro-kemerdekaan Taiwan," ungkap Wang seperti dilansir The Straits Times.

Dalam kesempatan itu, Wang Yi dan Blinken juga bertukar pandangan di berbagai sektor, termasuk efisiensi energi, perubahan iklim dan masalah nuklir Iran dan sepakat untuk mempertahankan dialog tentang tantangan global.

Ketegangan lintas negara antara China dan Taiwan telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Taiwan mengeluhkan misi berulang oleh angkatan udara China di dekat pulau yang memiliki pemerintahan sendiri yang diklaim Beijing sebagai miliknya.




Secara terpisah, Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton mengatakan tak mungkin Australia tidak bergabung dengan AS jika Washington mengambil tindakan untuk membela Taiwan.

Pada Rabu lalu, Blinken mengatakan, AS dan sekutunya akan mengambil tindakan jika China menggunakan kekuatan untuk mengubah status quo atas Taiwan.

Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi mengatakan Blinken meyakinkannya melalui panggilan telepon bahwa komitmen AS untuk membela Jepang, termasuk pulau-pulau selatan yang diklaim oleh China.

Hubungan Jepang dengan China telah terganggu oleh sengketa wilayah atas sekelompok pulau yang dikelola Jepang di Laut China Timur, yang disebut Senkaku di Jepang dan Diaoyu di China, serta warisan agresi militer Jepang di masa lalu.

"Blinken menyatakan bahwa komitmen AS untuk membela Jepang, termasuk penerapan Pasal 5 Perjanjian Keamanan Jepang-AS untuk kepulauan Senkaku, tidak tergoyahkan," kata Hayashi kepada wartawan.

Pasal 5 perjanjian itu mengatakan masing-masing pihak mengakui serangan bersenjata di wilayah-wilayah di bawah pemerintahan Jepang akan berbahaya bagi perdamaian dan keamanannya, dan akan bertindak untuk menghadapi bahaya bersama.

Hayashi mengaku dirinya dan Blinken memiliki pandangan yang sama bahwa perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan itu penting.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Geram AS Kunjungi Taiwan, China Gelar Patroli Kesiapan Tempur


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading