Suntikan Fantastis Puluhan Triliun ke BUMN Dari Uang Rakyat

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
10 November 2021 13:15
Infografis/ Dukungan APBN untuk PPKM Darurat Dan Penanganan Kesehatan/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah rela untuk menginvestasikan dana sebesar Rp 80,8 triliun kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Lembaga lewat skema penyertaan modal negara (PMN) untuk tahun 2021 hingga 2022.

Dari total PMN kepada BUMN untuk tahun 2021 hingga 2022 yang sebesar Rp 80,8 triliun tersebut, masing-masing sebesar Rp 42,3 triliun pada 2021 dan Rp 38,5 triliun untuk 2022.


Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan fokus penggunaan PMN untuk periode 2021 - 2022 tersebut diperlukan untuk pembangunan infrastruktur prioritas agar terus berjalan.

Pasalnya jika pembangunan infrastruktur prioritas yang saat ini ada dibawah tanggung jawab perusahaan BUMN seperti Hutama Karya (HK) dan Waskita Karya (WK) terhenti, akan menimbulkan biaya ekonomi maupun keuangan yang jauh lebih besar.

"Usulan investasi pemerintah yang dilakukan dalam konteks peranan Kementerian Keuangan sebagai konteks bendahara negara," jelas Sri Mulyani saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR beberapa hari lalu, dikutip Rabu (10/11/2021).

Dalam slide yang dipaparkan Sri Mulyani, total PMN Rp 42,3 triliun kepada BUMN dan lembaga untuk 2021 diberikan kepada 9 BUMN d

Di antaranya HK senilai Rp 6,2 triliun, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) sebesar Rp 977 miliar, PT PAL sebesar Rp 1,3 triliun, PT PLN sebesar Rp 5 triliun, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) atau ITDC sebesar Rp 470 miliar.

Pada tahun ini, PMN juga diberikan kepada PT Pelindo III sebesar Rp 1,2 triliun, PT SMF Rp 2,3 triliun, LPEI Rp 5 triliun, dan PT BPUI Rp 20 triliun.

Bahkan Sri Mulyani mengakui, pihaknya juga harus menggunakan dana cadangan pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan Sisa Anggaran Lebih (SAL) tahun anggaran 2021 dengan total mencapai Rp 53,1 triliun untuk menambah modal anggaran BUMN dan Lembaga.

Adapun untuk pemanfaatan cadangan PEN Sri Mulyani menggunakan dana sebesar Rp 33 triliun dan pemanfaatan SAL sebesar Rp 20,1 triliun.

Hutama Karya (HK) menjadi satu-satunya BUMN yang mendapatkan suntikan PMN terbesar, yakni Rp 25,2 triliun di tahun ini, yang disuntikan melalui cadangan PEN dan SAL 2021.

"Tambahan PMN kepada Hutama Karya sebesar Rp 9,1 triliun diambil dari pemanfaatan cadangan PEN. [...] Dari SAL akan diberikan injeksi modal lebih lanjut kepada PT Hutama Karya Rp 9,9 triliun," jelas Sri Mulyani.

BUMN lainnya yang juga kemudian mendapatkan suntikan PMN melalui dana cadangan PEN 2021 adalah Waskita Karya (WK) sebesar Rp 7,9 triliun.

Nah, untuk tahun 2022, Sri Mulyani juga kembali memutuskan untuk menaruh lagi PMN sebesar Rp 38,5 triliun untuk BUMN/Lembaga.

PMN yang diberikan sebesar Rp 38,5 triliun, akan disalurkan kepada dua lembaga di bawah Kementerian Keuangan yakni PT Sarana Multigriya Finansial (PT SMF) sebesar Rp 2 triliun dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) sebesar Rp 1,1 triliun.

Sri Mulyani menjelaskan PMN pada 2022 juga akan diberikan kepada 5 perusahaan Badan Umum Milik Negara (BUMN) seperti PT Hutama Karya (PT HK) sebesar Rp 23,8 miliar, PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN), Rp 5 triliun, Perum Perumnas Rp 1,6 triliun, PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebesar Rp 1,9 triliun, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebesar Rp 3 triliun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tak Ada Tambahan Utang, Duit APBN Masih Cukup Tangani Covid!


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading