Tiba-Tiba Elon Musk Mau Jual 10% Sahamnya di Tesla, Serius?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
07 November 2021 07:40
Tesla and SpaceX Chief Executive Officer Elon Musk listens to a question as he speaks at the SATELLITE Conference and Exhibition in Washington, Monday, March 9, 2020. (AP Photo/Susan Walsh)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha kondang yang juga pendiri raksasa mobil listrik (EV) Tesla, Elon Musk, kembali membuat kontroversi besar. Pada Sabtu, (7/11/2021), Musk bertanya kepada 62,5 juta pengikutnya di Twitter mengenai apakah ia harus menjual 10% sahamnya di Tesla.

"Banyak yang dibuat akhir-akhir ini dari keuntungan yang belum direalisasi sebagai sarana penghindaran pajak, jadi saya mengusulkan untuk menjual 10% saham Tesla saya," tulis pengusaha kelahiran Afrika Selatan dalam tweet yang mengacu pada "pajak miliarder" yang diusulkan oleh Demokrat di Senat AS.

Menurut analisis Reuters terbaru, kepemilikan saham Musk di Tesla mencapai sekitar 170,5 juta saham pada 30 Juni. Dengan jumlah ini, menjual 10% sahamnya akan berjumlah hampir US$ 21 miliar berdasarkan penutupan hari Jumat, 5 November lalu.


Meski begitu, beberapa analis keuangan menyebut bahwa hal ini bukanlah merupakan hal yang pasti dilakukan. Mereka berpendapat bahwa tentunya menjual saham sebesar itu tidak hanya dieksekusi dengan jajak pendapat di jagad dunia maya.

"Menantikan hari ketika orang terkaya di dunia membayar pajak tidak bergantung pada jajak pendapat Twitter," kicau ekonom Berkeley, Gabriel Zucman, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (07/11/2021).

Musk sendiri memiliki seringkali meluapkan pernyataan kontroversialnya di Twitter. Pada 2018 lalu, Komisi Sekuritas dan Bursa AS menggugatnya setelah dia men-tweet bahwa ia telah "mendapatkan dana" untuk mengambil alih saham Tesla dengan harga US$ 420 per lembar. Otoritas menyebut bahwa tweet tersebut, yang membuat harga saham Tesla naik sebanyak 13,3%, melanggar undang-undang sekuritas.

Sementara itu, penelitian terbaru menyebutkan bahwa sebagian kecil kekayaan Musk dapat menyelesaikan persoalan kelaparan dunia. Dalam laporan terbaru Program Pangan Dunia (WFP), dibutuhkan US$ 6 miliar atau setara Rp 85 triliun untuk menyelesaikan persoalan pangan 42 juta warga dunia. Elon Musk sendiri memiliki kekayaan sekitar US$ 289 miliar atau setara Rp 4.094 triliun menurut perhitungan Bloomberg. Bila dibandingkan dengan kebutuhan ini, artinya hanya dibutuhkan 2% kekayaan Musk untuk menyelamatkan pangan 42 juta orang.


[Gambas:Video CNBC]

(tps/tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading