Ekonomi RI Tak Lagi Meroket, Begini Pembelaaan Pemerintah!

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
05 November 2021 17:40
Infografis/ Nih ‘Vitamin’ Terbaru dari Jokowi agar RI Menjauh dari Resesi/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2021 tercatat sebesar 3,51% (year on year/yoy). Realisasi ini jauh lebih rendah dari prediksi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang terlalu optimis.

Pada akhir bulan lalu, Sri Mulyani meyakinkan perekonomian kuartal III bisa tumbuh hingga 4,5%. Terutama karena kasus Covid-19 varian delta bisa diatasi dalam waktu singkat dibandingkan negara lain.


Namun, pada kenyataannya, optimisme Sri Mulyani akan perekonomian Indonesia yang meningkat tajam dibandingkan kuartal III-2020 tak sesuai harapan. Artinya, perbaikan ekonomi Indonesia tak sebagus yang diimpikan bendahara negara ini.

"Outlook pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 menjadi 4,5%," ujarnya saat konferensi pers bulan lalu yang dikutip Jumat (5/11/2021).

Meski pertumbuhan tak setinggi yang diharapkan, Kementerian Keuangan menilai bahwa pertumbuhan 3,51% ini cukup baik. Sebab, masih melanjutkan pertumbuhan positif dari kuartal II-2021 setelah diserang oleh varian delta.

"Capaian pertumbuhan tersebut merupakan hal yang positif mengingat terjadi eskalasi kasus Varian Delta Covid-19 dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV di awal Juli 2021. Ini menunjukkan momentum pemulihan tetap terjaga dan akan semakin kuat pasca penurunan kasus Varian Delta di pertengahan Agustus hingga akhir September 2021," ujar Kepala BKF Febrio Kacaribu melalui keterangan resmi.

Ke depan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan makin membaik seiring kondisi pandemi yang relatif terjaga dan percepatan pelaksanaan vaksinasi. Optimisme ini tercermin dari indeks mobilitas masyarakat dan indeks belanja masyarakat yang sudah kembali di atas level pre-pandemi sejak akhir September 2021.

Kemudian, indeks PMI Manufaktur Indonesia yang mampu kembali mencatatkan rekor tertinggi pada level 57,2 di bulan Oktober. Bahkan catatan ini mengalahkan beberapa negara di Asia lainnya.

"Meski kondisi pandemi saat ini relatif terkendali, kewaspadaan tetap harus dijaga mengingat masih terdapat potensi penyebaran dari varian virus baru yang dapat menyebar setiap saat," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi Sampaikan Alasan PDB Q3 Bakal Lebih Rendah dari Q2


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading