Jokowi Hadir, G-20 Bahas Vaksin, Pajak, Sampai Nasib Bumi

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
30 October 2021 21:15
Presiden Joko Widodo menghadiri KTT G20, Roma, 30 Oktober 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para pemimpin negara-negara ekonomi terbesar di dunia bertemu di KTT G20 di Roma Sabtu hingga Minggu (30-31/10/21). Presiden Joko Widodo juga hadir. Mereka berharap untuk menuntaskan jalan ke depan pada perubahan iklim dan kesetaraan vaksin, yang merupakan isu-isu global paling mendesak.

Dalam pertemuan langsung pertama sejak dimulainya pandemi Covid-19, peluncuran kembali ekonomi global juga akan menjadi prioritas utama dalam agenda dua hari tersebut. Kemudian reformasi perpajakan juga menjadi salah satu pembahasan utama.

Selain itu, para pemimpin negara di G20 juga dibayangi tekanan untuk membuat kemajuan dalam mengatasi pemanasan global, sebelum mereka bergabung dengan pertemuan yang lebih luas dari para pemimpin dunia pada KTT iklim COP26 di Glasgow, yang dimulai pada hari Minggu.


"Dari pandemi, hingga perubahan iklim, hingga perpajakan yang adil dan merata, melakukannya sendiri bukanlah pilihan," tuan rumah G20 dan Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan kepada kelompok pemimpin yang berkumpul menjelang pertemuan tertutup.

Sebelum pertemuan G20, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres kemarin memperingatkan para pemimpin G20 untuk menunjukkan lebih banyak ambisi dan lebih banyak tindakan untuk mengatasi ketidakpercayaan untuk memajukan tujuan iklim.

Yang harus dilihat adalah apakah negara-negara terkaya akan menyetujui tujuan membatasi pemanasan global pada 1,5 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri, target paling ambisius yang digariskan dalam Perjanjian Paris 2015 tentang perubahan iklim.

"Jam-jam berikutnya akan menjadi penting untuk dapat memecahkan masalah yang luar biasa," kata Presiden Dewan Eropa Charles Michel menjelang pertemuan G20.

Namun, masalah ini tidak mudah mengingat saat ini beberapa negara besar di dunia mengalami masalah energi. Salah satu penyebabnya karena kekurangan batu bara yang dianggap mencemari lingkungan.

"Saya mengerti untuk beberapa negara yang bergantung pada batu bara, sulit untuk menerimanya," kata Michel, merujuk pada China yang merupakan pengguna batu bara terbesar.

Namun, Presiden China Xi Jinping tidak melakukan perjalanan ke Roma. Ia bersama Presiden Rusia Vladimir Putin hanya hadir melalui tautan video.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden berharap untuk menghidupkan kembali kepemimpinan negaranya di panggung dunia setelah tahun-tahun Trump yang penuh gejolak.

Sabtu malam, Biden akan bertemu Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk pembicaraan tentang Iran, setelah Teheran mengatakan akan melanjutkan diskusi dengan kekuatan dunia bulan depan untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015.

Sayangnya, dalam pertemuan ini tidak terlalu tampak mengenai janji baru untuk mengatasi kesenjangan besar dalam akses vaksin Covid-19 antara negara kaya dan miskin.

Tetapi Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan G20 harus melakukan semua yang bisa dilakukan untuk memenuhi tujuan WHO dalam memvaksinasi 70 persen populasi global pada pertengahan 2022.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Indonesia Dorong Implementasi Konkret Kesepakatan G20


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading