Waduh, Citilink Cuma 1x Terbangi Bandara Soedirman Bulan ini

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
29 October 2021 07:10
Runway Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga. (Dok. AP II)

Purbalingga, CNBC Indonesia - Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo menemui Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) di ruang rapat bupati, Kamis (28/10/2021). Dalam pertemuan tersebut, Citilink berkomitmen tetap akan melayani rute penerbangan di Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS) Purbalingga.

Dalam kesempatan itu, Juliandra mengatakan, sejak Bandara JBS dibuka pada Juni, animo masyarakat cukup tinggi. Meskipun itu pada tahapan awal.

Namun, pada Juli, penumpang mengalami tren menurun. Hal itu tidak lepas dari faktor pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Selanjutnya, ada kebijakan bagi calon penumpang yang diwajibkan tes usap PCR. Hal itu memengaruhi minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi udara.

"Karena PCR tinggi, maka Oktober hanya satu kali penerbangan," kata Juliandra seperti dikutip dari situs pribadi Bupati Purbalingga, Kamis (28/10/2021).

Beruntung, lanjut Juliandra, ada kebijakan pemerintah pusat yang menurunkan tarif tes usap PCR. Diharapkan hal itu bisa memicu minat masyarakat untuk kembali tertarik menggunakan transportasi udara.

"Dengan harga terjangkau, mudah-mudahan bisa menggairahkan animo masyarakat. Presiden menetapkan (tes usap) PCR di harga Rp 275 ribu," ujarnya.

Lebih lanjut, Juliandra memastikan Citilink akan kembali beroperasi normal. Sebelumnya, Citilink menghentikan operasional pada pekan ketiga dan keempat lantaran minimnya permintaan.

"Saya memberikan komitmen langsung kepada bupati, kita (Citilink, red) per 25 November dan seterusnya kita akan terbang kembali dengan schedule yang sama dua kali dalam seminggu, Kamis dan Sabtu," ujar dia.



Dalam kesempatan yang sama, Tiwi membenarkan ada sejumlah kendala yang dialami dalam operasional Bandara JBS. Namun hal itu bukan karena hal teknis yang menjadi gangguan, tapi lebih karena kondisi secara umum yang dialami, yakni pandemi Covid-19.

"Memang ada beberapa kendala, kami bahas alternatif solusi agar nantinya operasional Citilink bisa berjalan baik dan lancar," kata Tiwi.

Satu di antara solusi yang diwacanakan, yakni memberikan subsidi untuk biaya tes usap PCR. Selain itu, direncanakan juga akan melakukan booking sejumlah kuota penerbangan dengan Citilink.

Pihaknya juga bersyukur, kebijakan Presiden Joko Widodo yang menurunkan tarif tes usap PCR menjadi Rp 275 ribu.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tidak ada lagi penerbangan di Bandara Jenderal Soedirman?


(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading