China-Korut Makin Mesra, Ini Bukti Terbarunya

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
28 October 2021 20:47
North Korean leader Kim Jong Un shakes hands with Chinese President Xi Jinping in Beijing, China, in this photo released June 20, 2018 by North Korea's Korean Central News Agency. KCNA via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY, CONTENT, LOCATION OR DATE OF THIS IMAGE. NO THIRD PARTY SALES.  SOUTH KOREA OUT. SOUTH KOREA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN SOUTH KOREA.

Jakarta, CNBC Indonesia - Diplomat top China Yang Jiechi melakukan pertemuan dengan duta besar Korea Utara (Korut) untuk China. Pertemuan pada Kamis (28/10/2021) tersebut dilakukan untuk mempererat hubungan kedua negara.

Laporan kementerian luar negeri China, sebagaimana dikutip Reuters, menyatakan kesediaan Beijing untuk mempertahankan interaksi tingkat tinggi dan memperkuat koordinasi strategis dengan Korut.

Diketahui kedua belah pihak bertukar pandangan tentang Semenanjung Korea dan masalah lain yang menjadi perhatian bersama. Namun dalam pernyataan kementerian itu tidak memberikan rincian lebih lanjut.


China adalah negara tetangga satu-satunya dan sekutu utama Korut. China telah memainkan peran utama dalam menekan Korut untuk membongkar program nuklirnya.

Pada Juni 2021 lalu, pemimpin Korut, Kim Jong Un, dan presiden China Xi Jinping sempat melakukan pertemuan. Pertemuan ini dilakukan untuk memperkuat hubungan mereka saat dalam peringatan 60 tahun perjanjian pertahanan kedua negara.

Dilansir dari Associated Press (AP News), Kim memberikan pesan kepada Xi bahwa pemerintahannya "tanpa henti mengembangkan hubungan persahabatan dan kerja sama" antara kedua negara.

Sementara Xi mengatakan dalam pesannya bahwa China dan Korut sudah saling mendukung dengan teguh.

"Dunia baru-baru ini melihat percepatan perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya selama satu abad terakhir," kata Xi, Kantor Berita resmi China Xinhua. "Saya ingin ... memimpin hubungan bilateral untuk tak henti-hentinya naik ke tingkat baru untuk kepentingan kedua negara dan rakyat mereka."

Korut diperkirakan akan mencari dukungan yang lebih besar dari China. Sementara China, menurut para ahli, sengaja meningkatkan hubungan dengan Korut dan sekutu tradisional lainnya di tengah persaingan sengit dengan Amerika Serikat (AS), beberapa ahli mengatakan.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading