Internasional

Bos Evergrande Diminta Bayar Utang Pakai Kekayaan Pribadinya

News - Thea F, CNBC Indonesia
27 October 2021 18:55
Vehicles drive past unfinished residential buildings from the Evergrande Oasis, a housing complex developed by Evergrande Group, in Luoyang, China September 16, 2021. Picture taken September 16, 2021. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

Jakarta, CNBC Indonesia - Masalah utang Evergrande belum juga usai. Kini pihak berwenang China meminta Xu Jiayin, pendiri perusahaan properti raksasa tersebut, untuk meringankan sebagian krisis utang menggunakan kekayaan pribadinya.

Laporan Bloomberg News pada Selasa (26/10/2021), mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, mengatakan arahan dari otoritas China datang setelah perusahaannya melewatkan pembayaran bunga obligasi awal yang jatuh tempo pada 23 September lalu.

Laporan tersebut juga mengatakan kecil kemungkinan dana pribadi Xu akan berdampak besar. Sebagaimana diketahui kekayaan Xu kini kurang dari US$ 8 miliar atau sekitar Rp 113,8 triliun (asumsi Rp 14.200/US$).

Sementara Evergrande memiliki utang mencapai US$ 300 miliar (Rp 4.290 triliun) dengan hampir sebesar US$ 20 miliar (Rp 286 triliun) merupakan utang luar negeri.

Orang yang dikutip oleh Bloomberg juga mengatakan bahwa pemerintah daerah di seluruh China sedang memantau rekening bank pengembang. Ini dilakukan untuk memastikan uang tunai perusahaan digunakan untuk menyelesaikan proyek perumahan yang belum selesai dan tidak dialihkan untuk membayar kreditur.

Dilansir dari AFP, tindakan keras terhadap sektor real estat China yang terlilit utang, yang mendorong krisis uang tunai Evergrande, juga telah memukul beberapa pembangun lainnya. Salah satunya Sinic dan Fantasia yang gagal melakukan pembayaran utang.

Pada Rabu, lembaga pemeringkat Fitch menurunkan peringkat lainnya, Modern Land, dengan mengatakan pihaknya gagal melakukan pembayaran US$ 250 juta minggu ini.

Regulator utama China juga mendesak perusahaan untuk memenuhi pembayaran obligasi luar negeri mereka pada Selasa kemarin.

Kesengsaraan Evergrande muncul ketika Presiden China Xi Jinping meningkatkan retorika kampanye "kemakmuran bersama" yang dirancang untuk menyamai kekayaan dan memperketat pengawasan terhadap perusahaan raksasa swasta dalam negeri.



[Gambas:Video CNBC]

(dru/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading