Ada Duit Gelondongan dari BI, Sri Mulyani Kurangi Tarik Utang

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
26 October 2021 13:57
Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat Konfrensi Pers Mengenai Pemerintah & Bank Indonesia Perkuat Kerja Sama dlm Pembiayaan Sektor Kesehatan & Kemanusiaan (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengurangi lelang penerbitan surat utang tahun ini. Seiring dengan adanya asupan dana dari Bank Indonesia (BI) sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) III.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (26/10/2021)


"Target lelang (SBN), karena penerimaan cukup bagus dan SKB III serta Silpa menyebabkan kita menurunkan target lelang SBN dan memberikan dampak ke penurunan yield SBN kita," ujarnya.

Kinerja penerimaan tumbuh positif dengan realisasi 16,8%, ditopang oleh peningkatan setoran pajak, bea cukai dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) akibat adanya lonjakan harga komoditas. Di samping itu pemerintah juga memiliki Silpa yang tersedia Rp 169,9 triliun.

Rencananya SKB III akan direalisasikan pada November dan Desember 2021. Nominal yang direncanakan adalah Rp 208 triliun. Di mana sebanyak Rp 58 T dari total tersebut ditujukan untuk pembiayaan vaksinasi dan penanganan kesehatan yang keseluruhan bunga ditanggung BI.

"Penerbitan SBN ke BI berdasarkan SKB III akan dilaksanakan pada bulan November-Desember," jelas Sri Mulyani.

Hingga September 2021, defisit anggaran mencapai Rp 452 triliiun atau 2,74% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Total pembiayaan terealisasi Rp 647,2 triliun, di mana ada penerbitan SBN neto Rp 666,7 triliun dan selisinya adalah pinjaman.

"Defisit menurun dan pembiayaan utang alami penurunan, ini sesuai target menyehatkan APBN kembali," pungkasnya.

Luky Alfirman Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, menambahkan lelang penerbitan SBN reguler tetap akan mempertimbangkan kondisi pasar.

"Strategi Pembiayaan Utang tahun 2021 juga bergerak dinamis menyesuaikan kinerja APBN terutama perbaikan outlook pendapatan sehingga akan target utang direncanakan akan terus disesuaikan," jelas Luky kepada CNBC Indonesia.

"Pemerintah senantiasa mengkomunikasikan perkembangan hasil penerbitan SBN dan target yang tersisa kepada pelaku pasar termasuk target lelang SBN sampai akhir tahun 2021," imbuhnya.

Penerbitan SBN sesuai skema SKB III merupakan bagian dari Strategi Pembiayaan Utang tahun 2021. Pemerintah berkomitmen untuk memanfaatkan skema tersebut secara optimal dengan menerbitkan seluruh SBN sebagaimana diatur dalam SKB III.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Alhamdulillah... RI Nggak Jadi Ngutang Banyak Tahun ini


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading