Ini Penjelasan Kenapa Harga Alphard Turun Sampai Hampir 1/2 M

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
22 October 2021 13:55
Lelang Toyota Alphard 2.5 G A/T oleh KPKNL Jakarta V dengan jaminan Rp. 203.900.000 dan nilai limit Rp. 815.600.000. Batas akhir penawaran 19 Oktober 2021 jam 11:00 WIB dan batas akhir jaminan 18 Oktober 2021 dengan cara penawaran Closed Bidding. (Tangkapan Layar via /lelang.go.id)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menerapkan skema perhitungan pajak baru mulai 16 Oktober 2021 untuk kendaraan bermotor. Kini Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dihitung berdasarkan emisi kendaraan.

Dampaknya perhitungan harga jual mobil baru akan berubah. Ada yang mengalami penurunan karena konsumsi bahan bakar yang irit dan ramah lingkungan, ada juga yang mengalami peningkatan harga karena emisinya terbukti lebih tinggi. Salah satu mobil yang mengalami penurunan harga paling tajam adalah Toyota Alphard. Alphard 3.5 Q A/T, dari semula Rp 1.990.450.000 turun Rp 446,9 juta menjadi Rp 1.543.550.000.

Menurut Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto, Agen Pemegang Merek (APM) sudah mempersiapkan hal ini dari dua tahun lalu, karena aturan ini sudah diterbitkan dari Oktober 2019 lalu. Nantinya tentu ada tarif PPnBM untuk kendaraan bermotor yang naik juga turun karena berbasis perhitungan emisi.


"Ada yang tarifnya naik kalau dia boros, ada juga untuk mobil yang hemat turun tarifnya," katanya kepada CNBC Indonesia TV, Jumat (22/10/2021).

Menurut Jonkie nantinya pemilihan produk ada di tangan konsumen. Kalau membeli mobil yang irit BBM dan ramah lingkungan tentunya akan mendapatkan harga yang lebih murah, begitu juga sebaliknya.

Namun kondisinya saat ini terjadi overlapping aturan pemerintah. Dimana insentif terkait PPnBM ditanggung Pemerintah (DTP) berlanjut sampai akhir tahun, namun aturan pajak PPnBM berbasis karbon juga berlaku per 16 Oktober kemarin.

Lantas apakah berpengaruh ke penjualan?

Jongkie mengatakan aturan PPnbM berbasis emisi ini belum mempengaruhi 29 jenis mobil yang mendapat insentif PPnBM DTP. Namun insentif ini hanya berlaku sampai akhir tahun saja. Makanya sampai saat ini Gaikindo belum merubah proyeksi penjualan sampai akhir tahun ini di 750 ribu unit.

"Per September sudah 627 ribu unit, kurang lebih 130 unit lagi mudah mudah akhir tahun kita masih bisa ngebut. Harapan kita bisa terjual 250 ribu unit lagi," kata jongkie.

Sementara pada tahun target Gaikindo dipatok mendekati angka penjualan sebelum pandemi yakni 1,1 juta mobil. Dia masih optimis karena penjualan aturan baru PPnBM berbasis emisi kendaraan ini mempengaruhi semua jenis mobil.

Jadi penjualan mobil tentu ada yang mengalami penurunan karena, meski yang naik juga masih banyak karena harganya bisa jadi lebih murah.

"Para APM kini sudah membuat pricelist baru, tentunya harga barunya ada yang naik maupun turun," katanya.

Anggota DPR RI Komisi VI, Mukhtaruddin mengatakan aturan ini berdampak pada harga jual mobil. Namun pemerintah terus memberikan stimulus untuk industri otomotif sehingga bisa mengimbangi penjualan.

"Pemerintah perpanjang PPnBM DTP sampai akhir tahun, lalu dari BI berikan DP 0% sampai akhir 2022. Ini akan mengimbangi dampak akibat pajak emisi terhadap daya beli masyarakat. jadi ada insentif juga disinsentif," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Toyota Alphard Terbaru Nyaris Rp 2 M, Ini Penampakannya


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading