Harga Minyak Naik, Investasi Migas 2021 Bisa Tembus Rp 174 T

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
21 October 2021 17:15
Blok Rokan. (Doc SKK Migas)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan sampai akhir tahun ini investasi sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) bisa mencapai US$ 12,4 miliar atau sekitar Rp 174 triliun (asumsi kurs Rp 14.080 per US$).

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam acara Forum Kapasitas Nasional, Kamis (21/10/2021). Dia berpandangan, kenaikan harga minyak maupun gas saat ini berdampak pada capaian investasi migas nasional.

"Sejalan dengan naiknya harga minyak dan gas di pasar dunia, di mana investasi hulu migas September mencapai US$ 7,9 miliar dan ditargetkan capai US$ 12,4 miliar pada akhir tahun 2021," ungkapnya.


Seperti diketahui, pemerintah punya target produksi minyak 1 juta barel per hari (bph) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030 mendatang. Peningkatan investasi hulu migas tentunya dibutuhkan untuk meningkatkan produksi migas nasional.

Seiring dengan meningkatnya investasi hulu migas ini, menurutnya pemanfaatan komponen dalam negeri juga harus didorong.

Dia mengatakan, dengan mendorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), industri hulu migas akan memberikan efek berganda di berbagai sektor industri, sehingga perekonomian RI terdorong, baik nasional dan daerah.

"Sektor migas masih menjadi sumber daya alam yang memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan energi dan sumber penerimaan negara, juga berikan multiplier effect dorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah dan percepat pemulihan ekonomi nasional," tuturnya.

"TKDN industri migas harus makin ditingkatkan, peran tenaga kerja, industri barang dan jasa. Harus jadi kekuatan nasional dorong pertumbuhan," imbuhnya.

Sebagai informasi, harga minyak dunia naik lagi pagi hari ini. Kenaikan tersebut membuat harga minyak dunia mengukir rekor baru.

Pada Kamis (21/10/2021) pukul 06:09 WIB, harga minyak jenis Brent berada di US$ 85,82 per barel, naik 0,87% sekaligus menjadi rekor tertinggi sejak Oktober 2018.

Sementara yang jenis light sweet harganya US$ 83,66 per barel, bertambah 0,84% dan menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2014.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Minyak Meroket, Penerimaan Hulu Migas Tembus Rp97 T


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading