Harga Sederet Komoditas yang Melambung di September 2021

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
15 October 2021 12:45
Kepala BPS, Margo Yuwono dalam Konferensi pers Kepala BPS terkait ekspor & impor Indonesia September 2021 hingga pola perdagangan komoditas strategis tahun 2021. (Tangkapan Layar Youtube BPS Statistics)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik mencatat ada kenaikan dan penurunan beberapa komoditas utama Indonesia di perdagangan internasional sepanjang bulan lalu. Ini tentunya mempengaruhi kinerja neraca dagang selama bulan September 2021.

"Jadi perkembangan harga internasional ini tentu saja akan mempengaruhi ekspor dan impor dan juga nanti mempengaruhi neraca dagang September 2021," ujar Kepala BPS Margo Yuwono, Jumat (15/10/2021).


Komoditas migas ada minyak mentah Indonesia atau ICP yang pada perdagangan internasional naik dari Agustus sebesar US$ 67,80 per barel menjadi US$ 72,20 per barel. Secara month to month naik 6,49% dan year on year naik tajam 92,89%.

Kemudian, untuk non migas ada peningkatan yang terjadi di beberapa komoditas secara mtm atau September dibandingkan Agustus 2021. Diantaranya batu bara, aluminium, minyak kernel dan minyak kelapa sawit.

"Non migas naik besar terjadi pada batu bara di mtm naik 9,50% dan aluminum naik 8,90%, minyak kernel meningkat 6,42%," kata Margo.

Sementara itu, ada juga komoditas non migas yang harganya turun di perdagangan internasional. Diantaranya karet mtm turun 5,94%, tembaga mtm turun 0,48% dan emas mtm turun 0,57%.

Selanjutnya, untuk ekspor pada September 2021 tercatat senilai US$ 20,60 miliar. Realisasi ini turun 3,84% dibandingkan Agustus 2021 dan meningkat cukup signifikan yakni 47,64% dibandingkan September 2021.

Kemudian, impor tercatat senilai US$ 16,23 miliar. Realisasi ini turun 2,67% dibandingkan Agustus 2021 dan naik 40,31% dibandingkan September 2020.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading