MUI Restui Vaksin Covid China Zifivax, Suci & Halal

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
10 October 2021 12:11
Suasana vaksinasi Covid-19 terhadap para tokoh lintas agama bertempat di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Selasa (23/2/2021). Pelaksanaan vaksinasi di Masjid Istiqlal dilakukan di bagian bawah atau bagian basement masjid. Para tokoh lintas agama yang divaksinasi diharapkan dapat dijadikan contoh dan teladan untuk memberikan sosialisasi pentingnya vaksinasi. Terlebih, vaksin ini sudah dinyatakan halal dan aman oleh Majelis Ulama Indonsia (MUI), Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Alasan pemerintah melakukan vaksinasi di Masjid Istiqlal karena luas bangunan tempat ibadah umat Muslim ini terbesar di Indonesia. Seperti diketahui, vaksin Covid-19 mulai diberikan kepada masyarakat umum selain tenaga kesehatan.
 (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan vaksin Covid-19 merek Zifivax asal China suci dan halal. Vaksin ini diproduksi perusahaan China Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co., Ltd.

Hal ini tertuang di dalam fatwa MUI Nomor 53 Tahun 2021 tentang produk vaksin Covid-19 dari Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co., Ltd. "Vaksin Covid-19 produksi Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co., Ltd. hukumnya suci dan halal," bunyi fatwa tersebut, dikutip Minggu (10/10/2021).




Beberapa hal telah dipertimbangkan MUI sebelum mengambil keputusan ini. Salah satu pertimbangannya adalah vaksinasi menjadi upaya dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Wabah Covid-19 masih menjadi ancaman kesehatan, dan di antara ikhtiar untuk mencegah terjadinya penularan wabah tersebut adalah melalui vaksinasi," tulis fatwa itu.


Fatwa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan yaitu 28 September 2021. Akan tetapi MUI menyebut jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

MUI memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar memprioritaskan pengadaan vaksin Covid-19 yang halal semaksimal mungkin.

Sebelumnya, Badan Pengawas Makanan dan Minuman (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (UEA) untuk vaksin Zifivax. Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan dari aspek keamanan berdasarkan uji klinis I,II, dan III efek samping bisa ditoleransi dengan baik seperti sakit kepala demam.

"Efikasi (kemanjuran vaksin berdasarkan uji laboratorium) berdasarkan interim studi uji klinis fase tiga yang baik. Efikasi mencapai 81,71% yang dihitung setelah 7 hari secara vaksinasi lengkap dan mencapai 81,4% setelah 14 hari vaksinasi lengkap. Vaksin ini diberikan dalam 3 kali suntikan dalam rentan 3 bulan," ujarnya dalam konferensi pers digital di Jakarta, Kamis lalu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Lagi Tren Jalan-Jalan ke AS Sambil Divaksin Covid-19, Mau?


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading